


Sebanyak 30 anak dari Komunitas Difabel Anak (KDA) mengikuti kegiatan Lentera Difabel 2026 yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rohani Islam Al-Khair Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech), Sabtu (29/8/2026). Mengusung tema “Langkah Edukasi dan Tebar Empati untuk Merangkul Sesama”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan anak-anak KDA untuk bertemu, berinteraksi, serta menikmati pengalaman bersama dalam suasana yang hangat dan inklusif.
Lentera Difabel 2026 tidak dibangun dalam satu kali pertemuan. Sepanjang Agustus, mahasiswa panitia secara rutin hadir di KDA setiap Sabtu pagi untuk berinteraksi dan mendampingi anak-anak dalam berbagai aktivitas. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal peserta lebih dekat sekaligus memahami cara berkomunikasi dan berinteraksi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Pada kegiatan puncak, sebanyak 25 mahasiswa panitia mendampingi peserta dalam rangkaian aktivitas edukasi dan rekreasi. Perjalanan dimulai dari KDA menuju Semarang Zoo. Bersama-sama, peserta mengeksplorasi lingkungan kebun binatang melalui berbagai aktivitas yang disesuaikan agar dapat diikuti dengan nyaman, mulai dari mengenal satwa, menyaksikan animal show, hingga menikmati aktivitas naik angsa.
Setelah beristirahat, salat, dan makan siang, perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Ngebum, Kendal. Peserta menikmati suasana alam terbuka dan menghabiskan waktu bersama sebelum kegiatan ditutup dengan perjalanan kembali menuju KDA.
Ketua Pelaksana Lentera Difabel 2026 mengatakan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang perjumpaan yang memberikan pengalaman bagi kedua pihak, baik peserta maupun mahasiswa.
“Melalui kegiatan Lentera Difabel ini, kami ingin mengajak mahasiswa untuk belajar membangun empati melalui interaksi secara langsung. Harapannya, mahasiswa dapat memahami bahwa kepedulian bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir, berkomunikasi, bekerja sama, dan menciptakan ruang yang nyaman bagi satu sama lain,” ujarnya.
Menurutnya, rangkaian pertemuan selama Agustus turut membantu mahasiswa memahami bahwa setiap peserta memiliki karakter, cara berkomunikasi, dan kebutuhan yang berbeda. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi mahasiswa untuk lebih peka dalam membangun interaksi yang inklusif, sekaligus menciptakan kegiatan yang dapat dinikmati bersama.
Bagi peserta, Lentera Difabel 2026 diharapkan menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru, berekreasi, dan membangun relasi dalam suasana yang menyenangkan. Sementara bagi mahasiswa, perjumpaan tersebut menjadi bagian dari proses belajar untuk menghadirkan kepedulian melalui sikap yang menghargai, mendengarkan, dan melibatkan.
Melalui Lentera Difabel 2026, UKM Rohani Islam Al-Khair PUtech berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak berhenti pada kegiatan berbagi, tetapi menjadi ruang perjumpaan yang menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya kebersamaan dan lingkungan yang inklusif.