PUtech

Direktur PUtech Raih Sertifikasi Ahli Utama Keselamatan Konstruksi, Perkuat Komitmen Penerapan Budaya K3

Keselamatan manusia menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas pembangunan, termasuk dalam proses pendidikan calon tenaga profesional di bidang pekerjaan umum. Komitmen terhadap keselamatan tersebut terus diperkuat Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech), salah satunya melalui penerapan SNI ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta peningkatan kompetensi pimpinan di bidang keselamatan konstruksi.

Komitmen tersebut semakin diperkuat dengan diraihnya Sertifikasi Ahli Utama Keselamatan Konstruksi (Jenjang 9) oleh Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.T., S.E., M.Eng.I.E., M.SCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Sertifikasi tersebut diperoleh melalui uji kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP Katiga Konstruksi Indonesia pada akhir Agustus 2026.

Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya keselamatan di lingkungan PUtech. Sebagai perguruan tinggi vokasi yang berfokus pada bidang pekerjaan umum, aktivitas pembelajaran PUtech tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di laboratorium, workshop, serta lapangan.

Dengan karakter pembelajaran tersebut, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian penting dalam mendukung proses pendidikan. Mahasiswa perlu dibiasakan mengenali potensi bahaya, memahami risiko, dan menerapkan prosedur keselamatan sejak berada di lingkungan kampus sebelum memasuki dunia kerja.

ISO 45001 Perkuat Sistem Pengelolaan K3

Untuk memastikan aspek keselamatan dikelola secara sistematis, PUtech telah memperoleh SNI ISO 45001:2018. Sertifikat tersebut secara resmi diserahkan oleh PT Akses Indonesia Cakrawala Perkasa (ACP) kepada PUtech pada 24 Juli 2026.

ISO 45001:2018 merupakan standar internasional yang memberikan kerangka bagi organisasi dalam mengelola keselamatan dan kesehatan kerja. Penerapannya membantu organisasi mengenali potensi bahaya, mengendalikan risiko, serta melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.

Bagi PUtech, penerapan standar ini memiliki relevansi kuat dengan karakter pendidikan vokasi. Sekitar 70 persen pembelajaran mahasiswa merupakan kegiatan praktik, yang berlangsung di berbagai fasilitas seperti laboratorium, workshop, maupun kegiatan lapangan.

Berbagai aktivitas tersebut memungkinkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan peralatan, teknologi, dan lingkungan kerja yang memiliki potensi risiko. Karena itu, K3 tidak hanya dipandang sebagai prosedur keselamatan, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan budaya dan profesionalisme calon insan konstruksi.

Penerapan SNI ISO 45001:2018 melengkapi tiga standar internasional yang telah dimiliki PUtech sebelumnya, yakni ISO 17025 untuk kompetensi laboratorium pengujian, ISO 21001 untuk sistem manajemen organisasi pendidikan, dan ISO 37001 untuk sistem manajemen antisuap.

Dengan demikian, penerapan ISO 45001:2018 dan peningkatan kompetensi di bidang keselamatan konstruksi menjadi bagian dari langkah PUtech dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus menanamkan budaya keselamatan kepada mahasiswa.

“Semoga pencapaian ini dapat terus menguatkan langkah dalam mengawal penerapan ISO 45001 di PUtech,” ujar Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, Ph.D

Melalui lingkungan pembelajaran yang mengedepankan keselamatan, PUtech berupaya membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran untuk bekerja secara aman, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain.