









Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) menjadi tempat penyelenggaraan Green Road Construction Forum 2026 – Semarang Series yang digelar oleh Asosiasi Pengembangan Teknologi Preservasi dan Daur Ulang Jalan Indonesia (APDJI) pada 3 September 2026.
Mengusung tema “Inovasi Preservasi dan Daur Ulang untuk Infrastruktur Berkelanjutan”, forum ini mempertemukan akademisi, praktisi, asosiasi, peneliti, dan pelaku industri untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan teknologi preservasi dan daur ulang jalan.
Direktur Politeknik PUtech, Ir. Brawijaya, S.E., MEng.I.E., MSCE, Ph.D, IPU, ASEAN Eng., hadir sebagai Keynote Speaker dalam forum tersebut. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya transformasi pendekatan pemeliharaan jalan di Indonesia, dari praktik overlay secara berulang menuju penerapan sustainable preservation yang mengedepankan preservasi, penggunaan kembali, daur ulang, serta perpanjangan umur layanan jalan.
Menurutnya, praktik pemeliharaan jalan yang mengandalkan overlay continuously dapat menimbulkan sejumlah persoalan, mulai dari meningkatnya elevasi jalan yang berdampak pada aksesibilitas rumah warga, tingginya kebutuhan material baru, eksploitasi sumber daya di quarry, hingga meningkatnya biaya pemeliharaan dalam jangka panjang.
Sebagai alternatif, pendekatan sustainable preservation ditawarkan melalui empat prinsip utama:
PRESERVE: Mempertahankan struktur perkerasan eksisting.
REUSE: Memanfaatkan kembali material lama.
RECYCLE: Mendaur ulang material secara optimal.
EXTEND LIFE: Memperpanjang umur layanan jalan tanpa terus menaikkan elevasi.
Dalam pemaparannya, Direktur PUtech juga membahas tantangan penerapan teknologi daur ulang jalan di Indonesia. Pengalaman program recycling di sejumlah jalur pada pertengahan 2010-an sempat menghadapi kendala operasional karena mengganggu lalu lintas. Sementara itu, pada 2023, pelaku industri dan kontraktor masih menghadapi persoalan kepastian program yang memengaruhi keberanian untuk berinvestasi pada armada mesin recycling modern.
Namun, perkembangan jaringan jalan tol dinilai menjadi momentum penting bagi penerapan teknologi daur ulang secara lebih luas. Dengan tersedianya jalur alternatif, pekerjaan re-milling dan recycling dapat dilakukan dengan hambatan lalu lintas yang lebih rendah, baik pada perkerasan jalan fleksibel maupun jalan beton.
Lebih jauh, konsep green road tidak hanya berkaitan dengan material perkerasan. Pengelolaan ruang hijau di sepanjang koridor jalan juga menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Vegetasi peneduh dan tanaman yang sesuai dapat berkontribusi terhadap penyerapan karbon, menciptakan ruang teduh, meningkatkan estetika, sekaligus mendukung keanekaragaman hayati di kawasan jalan.
Menutup paparannya, Direktur PUtech menekankan prinsip “Build less. Preserve more. Waste less. Recycle more.” sebagai salah satu landasan dalam membangun infrastruktur masa depan. Ia juga mendorong adanya kepastian regulasi dan program green procurement, peralihan dari overlay berulang menuju pemanfaatan material eksisting seperti Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), serta penguatan koridor hijau yang terproteksi.
Forum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri konstruksi dalam mempercepat penerapan teknologi preservasi dan daur ulang jalan di Indonesia. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk mewujudkan infrastruktur yang tidak hanya andal, tetapi juga efisien dan berkelanjutan.