




Tiga akademisi Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech), yang terdiri atas Ketua Senat dan dua dosen Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA), masuk dalam pemeringkatan Top 1000 Scholars bidang Water and Land Management yang diterbitkan oleh Scholarly Index.
Ketiganya adalah Prof. Ir. Indratmo Soekarno, M.Sc., Ph.D. yang menempati peringkat dunia ke-395, Rian Mantasa Salve Prastica, S.T., M.T. pada peringkat ke-52, serta Ingerawi Sekaring Bumi, S.T., M.T. pada peringkat ke-555.
Pemeringkatan tersebut berfokus pada pengaruh dan relevansi penelitian terkini yang dipublikasikan dalam periode lima tahun, yakni 2021–2025. Capaian ini menjadi kesempatan untuk mengenalkan kontribusi akademisi PUtech dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan publikasi ilmiah, khususnya di bidang pengelolaan sumber daya air dan lahan.
Riset Sumber Daya Air untuk Menjawab Tantangan Lapangan
Salah satu akademisi yang masuk dalam pemeringkatan tersebut, Rian Mantasa Salve Prastica, mengembangkan penelitian di bidang hidrodinamika dan pengelolaan sumber daya air. Ketertarikannya pada bidang teknik sipil keairan berawal dari penelitian mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro saat menempuh pendidikan sarjana.
Perjalanan risetnya kemudian berkembang melalui keterlibatannya dalam tim penelitian Australia-Indonesia Centre yang mengkaji konsep water sensitive cities di kawasan Bogor, Depok, dan Jakarta yang dilalui Sungai Ciliwung. Pada jenjang magister, ia berfokus pada hidrodinamika dan pemodelan kualitas air di danau perkotaan. Hingga kini, penelitiannya berkembang pada berbagai aspek pengelolaan sumber daya air.
Sejumlah kajian yang dikembangkannya meliputi karakteristik aliran pada saluran bervegetasi, pemodelan hidrodinamika, pengelolaan drainase perkotaan, restorasi sungai, serta penerapan solusi berbasis alam untuk mendukung fungsi hidrologis dan ekologis kawasan.
Rian berupaya menghubungkan pendekatan pemodelan dengan persoalan nyata di lapangan, termasuk mengkaji pengaruh perubahan tata guna lahan, keberadaan vegetasi, perubahan morfologi sungai, dan pembangunan infrastruktur terhadap perilaku aliran serta risiko banjir.
“Saya juga berupaya menghubungkan pemodelan numerik dengan permasalahan nyata di lapangan. Pendekatan ini digunakan untuk memahami pengaruh perubahan tata guna lahan, keberadaan vegetasi, perubahan morfologi sungai, dan pembangunan infrastruktur terhadap perilaku aliran serta risiko banjir,” ujar Rian.
Sebagian hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal internasional dan jurnal nasional terakreditasi. Kontribusi akademiknya juga dilakukan melalui pembimbingan mahasiswa, pengembangan materi pembelajaran, dan kolaborasi penelitian lintas bidang.
Bagi Rian, masuk dalam pemeringkatan Top 1000 Scholars merupakan bentuk apresiasi atas proses akademik dan penelitian yang dijalaninya. Ia menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan institusi, rekan sejawat, mahasiswa, kolaborator, dan keluarga. Capaian ini sekaligus menjadi dorongan untuk terus belajar, meningkatkan kualitas penelitian, dan membangun kolaborasi yang lebih luas.
Ia berharap penelitian di bidang sumber daya air dan lahan di Indonesia dapat berkembang secara lebih terpadu, berbasis data, dan berorientasi pada penyelesaian masalah nyata. Berbagai tantangan, seperti banjir perkotaan, kekeringan, degradasi daerah aliran sungai, pencemaran air, dan dampak perubahan iklim, membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, masyarakat, serta lembaga penelitian.
Menurutnya, hasil penelitian perlu terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. “Saya menyadari bahwa penelitian yang baik tidak berhenti pada publikasi. Karena itu, saya berharap hasil penelitian yang dilakukan dapat terus dikembangkan menjadi pengetahuan, metode, atau rekomendasi yang bermanfaat bagi pemerintah, praktisi, dan masyarakat.”
Dalam konteks pendidikan vokasi, kegiatan penelitian memiliki keterkaitan dengan pengembangan materi pembelajaran dan pemecahan persoalan teknis di bidang infrastruktur. Melalui penguatan riset dan kolaborasi akademik, PUtech diharapkan dapat terus mengembangkan pengetahuan serta menghasilkan penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Melalui perannya sebagai dosen di PUtech, Rian berharap dapat turut membangun ekosistem akademik yang mendorong penelitian terapan, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai peneliti, pembimbing, penghubung dengan dunia profesional, serta bagian dari upaya pemecahan masalah di masyarakat.
Ia juga berharap PUtech dapat menjadi ruang bagi pengembangan penelitian yang mengintegrasikan ilmu teknik, pengelolaan lingkungan, teknologi digital, pemodelan, dan pendekatan berbasis alam. Dengan demikian, lulusan PUtech diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu memahami persoalan secara menyeluruh dan merancang solusi yang efektif, berkelanjutan, serta sesuai dengan konteks Indonesia.