







Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) menyelenggarakan Pelatihan Pengoperasian Peralatan Rolling Thin Film Oven (RTFO) dan Rotational Viscometer pada 6–8 Juli 2026 di Laboratorium Jalan dan Jembatan, Gedung Workshop A1 Kampus 2 PUtech. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam pengoperasian peralatan laboratorium, sehingga mampu mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, serta layanan pengujian material konstruksi secara optimal.
Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E., MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan laboratorium tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan peralatan yang dimiliki, tetapi juga oleh kompetensi sumber daya manusia yang mengoperasikannya. Menurutnya, peningkatan kemampuan teknis menjadi hal penting agar setiap fasilitas laboratorium dapat dimanfaatkan secara optimal, menghasilkan data pengujian yang akurat, serta mendukung proses pembelajaran dan pengembangan teknologi di bidang infrastruktur.
“Laboratorium TKJJ saat ini memiliki fasilitas pengujian yang sangat lengkap dan mutakhir, khususnya untuk aspal modifikasi dan Asbuton, sangat mumpuni untuk mendukung riset lanjutan, praktikum detail bagi mahasiswa, dan sinkronisasi dengan standar pengujian terbaru. Namun laboratorium yang baik bukan hanya memiliki peralatan yang lengkap, tetapi juga didukung oleh SDM yang kompeten dalam mengoperasikan dan memanfaatkan setiap fasilitas yang tersedia. Jadi melalui pelatihan ini, kami berharap kompetensi tersebut terus meningkat,” ujar Brawijaya.
Pelatihan menghadirkan materi mengenai pengoperasian Rolling Thin Film Oven (RTFO) dan Rotational Viscometer, dua instrumen yang digunakan dalam pengujian karakteristik aspal. Selain mendapatkan pemahaman mengenai fungsi dan prinsip kerja masing-masing alat, peserta juga mengikuti praktik langsung mulai dari pengaturan parameter, persiapan sampel, hingga pelaksanaan pengujian sesuai prosedur.
Pada sesi RTFO, peserta mempelajari proses simulasi penuaan jangka pendek (short-term aging) pada aspal akibat paparan panas dan udara selama proses pencampuran. Sementara itu, melalui Rotational Viscometer, peserta dikenalkan pada metode pengukuran viskositas aspal yang menjadi salah satu parameter penting dalam menentukan karakteristik material dan proses pencampuran di lapangan.
Dalam pemaparannya, instruktur juga menjelaskan bahwa Laboratorium Jalan dan Jembatan PUtech telah dilengkapi berbagai peralatan pengujian modern yang mendukung penerapan standar pengujian terkini. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang kegiatan praktikum mahasiswa, penelitian terapan, maupun pengembangan kompetensi tenaga laboratorium secara berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, PUtech berharap kompetensi SDM laboratorium terus berkembang seiring dengan pemanfaatan teknologi pengujian yang semakin maju. Dengan demikian, laboratorium tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga mampu memberikan layanan pengujian yang profesional, andal, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan dunia konstruksi.