PUtech

Mahasiswa PUtech Bedah Langsung Proyek Jalan Baru Kretek-Girijati Yogyakarta

Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) Semarang kembali memperkuat kompetensi mahasiswanya melalui kegiatan Kuliah Lapangan (Kunlap) langsung di lokasi proyek strategis. Kali ini, mahasiswa Semester IV program studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan (TKJJ) meninjau langsung proyek pembangunan jalan baru ruas Kretek-Girijati di Yogyakarta, (09/04/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Pelaksanaan dan Pengawasan Jalan guna memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai implementasi teknologi konstruksi di lapangan.

Inovasi Penanganan Lereng dan Perkerasan
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa didampingi oleh dosen pengampu, Dani Hamdani, S.T., M.T. Ia menjelaskan bahwa proyek Kretek-Girijati memiliki tantangan teknis yang kompleks, terutama pada penanganan lereng dengan timbunan tinggi.

“Di sini mahasiswa bisa melihat langsung berbagai teknologi penanganan lereng, mulai dari bore pile, soil nailing, hingga penggunaan shotcrete. Tantangan medan seperti ini memerlukan perhitungan yang presisi agar lereng tetap stabil,” jelas Dani di sela-sela peninjauan lapangan.

Selain fokus pada stabilitas lereng, para mahasiswa juga mempelajari struktur perkerasan lentur (flexible pavement) yang diterapkan pada proyek ini. Secara spesifik, mahasiswa mengamati penggunaan lapisan aspal Asphalt ConcreteWearing Course (AC-WC) dan Asphalt ConcreteBinder Course (AC-BC). 

Pengalaman Langsung Mahasiswa
Kunjungan lapangan ini disambut antusias oleh para mahasiswa. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru yang belum ditemui sepenuhnya di bangku perkuliahan, terutama mengenai variasi teknologi perlindungan lereng.

“Kami belajar bahwa setiap proyek memiliki karakteristik unik. Di proyek ini, perlindungan lerengnya menggunakan kombinasi bore pile, geomesh, dan shotcrete. Ini ilmu baru yang sangat bermanfaat bagi kami untuk persiapan di dunia kerja nanti,” ujar salah satu mahasiswa peserta Kunlap.

Pengalaman di proyek Jalan Kretek-Girijati ini memberikan gambaran utuh bahwa setiap detail teknis, mulai dari stabilitas lereng hingga kualitas aspal, sangat menentukan keamanan pengguna jalan nantinya. Bekal berharga dari lapangan Yogyakarta ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dalam dunia konstruksi jalan dan jembatan di Indonesia.