PUtech

Tingkatkan Kualifikasi Pengajar, Dosen Politeknik PU Resmi Raih Cumlaude dalam Wisuda Program Profesi Insinyur

Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) terus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pengajarnya sebagai bagian dari upaya mencetak tenaga kerja konstruksi yang terampil, kompeten, andal, dan siap kerja guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Komitmen tersebut kembali dibuktikan melalui capaian Dosen Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung (TKBG), Dr. Taufan Madiasworo, S.T., M.T., yang resmi dikukuhkan dan diwisuda menyandang gelar profesi Insinyur (Ir.) dengan predikat cumlaude (IPK 4,00) dalam Wisuda dan Pengambilan Sumpah Insinyur di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Senin (27/7/2026).

Gelar profesi insinyur tersebut diraih setelah menyelesaikan seluruh rangkaian studi dan dinyatakan lulus sidang pada Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Capaian ini menjadi langkah positif dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Politeknik PU, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan vokasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan sektor konstruksi nasional.

Direktur PUtech, Ir. Brawijaya, S.E., MEng.I.E., MSCE, Ph.D, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan capaian yang diraih Taufan. Menurutnya, kepemilikan gelar profesi keinsinyuran bagi dosen rumpun teknik bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi menjadi bagian penting dalam menjamin kualitas kompetensi pengajaran, baik di ruang kelas maupun laboratorium praktikum. 

“Kami sangat bangga atas bertambahnya dosen yang bergelar Insinyur di kampus ini. Dengan kompetensi yang diakui secara resmi oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII), kami optimis kualitas pembelajaran di PUtech akan semakin relevan dengan kebutuhan industri konstruksi dan mampu menghasilkan lulusan yang unggul. PUtech mensyaratkan dan memfasilitasi para dosen untuk menjadi insinyur profesional sesuai dengan ketentuan UU Nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran”, ungkap Direktur.

Selain meraih predikat cumlaude pada Wisuda Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, dalam Prosesi Pengambilan Sumpah Insinyur ke-15, Dr. Ir. Taufan Madiasworo, S.T., M.T., juga mendapat kehormatan untuk menyampaikan sambutan sebagai Perwakilan Insinyur di hadapan jajaran pimpinan Universitas Diponegoro, Persatuan Insinyur Indonesia (PII), serta para insinyur yang baru diambil sumpahnya.

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Taufan menyampaikan bahwa gelar Insinyur bukan sekadar pengakuan atas kompetensi teknis, tetapi juga amanah untuk menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam setiap praktik keinsinyuran.

“Gelar insinyur yang kami peroleh tentunya tidak hanya merupakan gelar profesi, atau keterampilan teknis dan ilmu membangun atau menciptakan infrastruktur, teknologi, proses industri, dan inovasi semata, namun tentang etika dan profesionalisme yang sangat terkait dengan kompetensi yang terdiri atas tiga pilar yaitu: knowledge (pendidikan), skill (pengalaman), dan integritas (track record kita).”

Lebih lanjut Ia mengungkapkan bahwa gelar Insinyur yang disandang, sejatinya merupakan tahap awal dari sebuah pengabdian yang sesungguhnya untuk menjadikan nilai integritas, profesionalisme, dan etika sebagai landasan dalam berkarya terutama dalam berkontribusi untuk pengembangan dan peningkatan kualitas akademik bidang konstruksi di Politeknik Pekerjaan Umum.

“Tanggung jawab yang kami emban semakin besar untuk mendedikasikan ilmu keinsinyuran bagi kemajuan bangsa melalui karya yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta mengutamakan keselamatan, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan. Harapannya, pengalaman selama mengikuti Program Profesi Insinyur dapat menjadi bekal untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif dan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur,” tuturnya.

Prosesi wisuda dan pengambilan sumpah profesi insinyur yang berlangsung khidmat di Universitas Diponegoro tersebut turut dihadiri oleh jajaran Senat, jajaran Dekanat Fakultas Teknik, jajaran pimpinan Program Studi-Program Profesi Insinyur Universitas Diponegoro, serta Pengurus Pusat Persatuan Indonesia (PII). Keberhasilan studi ini diharapkan mampu memicu motivasi bagi jajaran dosen PUtech lainnya untuk terus menempuh pendidikan profesi maupun jenjang lanjutan demi menaikkan standar mutu pendidikan nasional.