






Sebanyak 435 mahasiswa baru Politeknik Pekerjaan Umum Tahun Akademik 2026/2027 mengikuti Latihan Dasar Kedisiplinan dan Bela Negara yang diselenggarakan selama tujuh hari, mulai 2 hingga 8 Agustus 2026, di Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh PUtech sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum. Melalui program ini, mahasiswa dibekali nilai-nilai kedisiplinan, integritas, kepemimpinan, semangat kebangsaan, dan bela negara sebagai bekal dalam menjalani pendidikan maupun memasuki dunia kerja di bidang infrastruktur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan peserta di Auditorium Soejono Sosrodarsono, Kampus II PUtech, Semarang, sebelum diberangkatkan menuju Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro. Selanjutnya, upacara pembukaan dipimpin oleh Kolonel Inf. Hendhi Yustian D.S., S.I.P., Wakil Komandan (Wadan) Rindam IV/Diponegoro, serta dihadiri oleh Direktur dan Wakil Direktur Politeknik Pekerjaan Umum beserta Kabag Administrasi Akademik dan Umum, Kasubbag Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, serta jajaran staf yang turut mendampingi mahasiswa selama kegiatan.
Dalam amanatnya, Wadan Rindam IV/Diponegoro mengajak mahasiswa untuk menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air, mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui kedisiplinan dan etos belajar, serta membangun ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.T., S.E., M.Eng.I.E., MSCE, Ph.D., IPU, ASEAN Eng., mengatakan bahwa Latihan Dasar Kedisiplinan dan Bela Negara merupakan bagian dari komitmen PUtech dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai calon tenaga profesional di bidang konstruksi.
“Pelatihan Bela Negara selama satu minggu ini merupakan bagian dari upaya kita membentuk mahasiswa, sekaligus nantinya menjadi lulusan dan alumni tenaga kerja konstruksi yang tangguh, unggul, dan berintegritas. Profesionalisme itu juga ditunjukkan melalui kedisiplinan yang menjadi bekal penting bagi mereka dalam dunia kerja,” ujar Direktur.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Direktur I Bidang Akademik, Syamsul Bahri, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa Latihan Dasar Kedisiplinan dan Bela Negara merupakan program wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa baru PUtech.
“Latsar Kedisiplinan dan Bela Negara ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa yang masuk pada tahun ini maupun tahun-tahun berikutnya. Salah satu persyaratan kelulusan di PUtech adalah mahasiswa harus memiliki sertifikat Bela Negara,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum, Ir. Iriandi Azwartika, Sp-1, menegaskan bahwa budaya disiplin telah menjadi bagian dari identitas Politeknik PU sejak awal berdiri. Menurutnya, pembentukan karakter melalui Latsar KDBN merupakan upaya melanjutkan nilai-nilai yang telah dibangun oleh para pendahulu.
“Sejak awal didirikan, Politeknik PU telah menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa. Bahkan, konsep awal yang diusung adalah taruna. Hal ini sejalan dengan visi Politeknik PU untuk mencetak lulusan yang tangguh, unggul, dan berintegritas. Integritas itu salah satunya diwujudkan melalui kedisiplinan. Pondasi yang kokoh dalam sebuah konstruksi salah satunya dibangun dari kedisiplinan. Nilai inilah yang ingin terus kami tanamkan kepada seluruh mahasiswa,” tutur Ir. Iriandi.
Selama pelaksanaan Latsar, mahasiswa mendapatkan pembekalan yang memadukan penguatan karakter, wawasan kebangsaan, serta latihan fisik dan mental. Materi yang diberikan meliputi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), Peraturan Penghormatan Militer (PPM), nilai-nilai dasar Bela Negara, Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), wawasan kebangsaan, pemahaman mengenai bahaya radikalisme, implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, hingga ilmu medan.
Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa juga mengikuti berbagai latihan yang mengasah ketahanan fisik, mental, serta kemampuan bekerja sama, seperti tata upacara sipil (TUS), outbound, ilmu medan, keterampilan bela negara, survival, hingga Caraka Malam. Menjelang akhir kegiatan, peserta memperoleh pembekalan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba beserta upaya penanggulangannya sebelum mengikuti Apel Siaga Bela Negara dan upacara penutupan.
Salah satu pemateri, Kapten Inf. Suwarno, menegaskan bahwa bela negara di era modern tidak selalu diwujudkan dengan mengangkat senjata. Menurutnya, bagi mahasiswa, bela negara dapat diwujudkan melalui semangat belajar, prestasi, serta penguasaan kompetensi yang nantinya menjadi bekal untuk mengabdi dan berkarya bagi bangsa sesuai bidang keahlian yang dimiliki.
“Bela negara dapat diwujudkan melalui prestasi dan karya nyata. Saya berharap mahasiswa Politeknik PU menjadi generasi yang memiliki patriotisme, nasionalisme, cinta tanah air, serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Dengan bekal kompetensi yang dimiliki, kalian diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” ujar Kapten Inf. Suwarno.
Melalui Latihan Dasar Kedisiplinan dan Bela Negara ini, Politeknik Pekerjaan Umum berharap mahasiswa baru tidak hanya tumbuh menjadi lulusan vokasi yang kompeten di bidang pekerjaan umum, tetapi juga memiliki karakter yang disiplin, tangguh, dan berintegritas. Karakter tersebut diharapkan menjadi pondasi bagi setiap lulusan untuk berkarya dengan dedikasi tinggi, mendukung penyelenggaraan infrastruktur yang andal, bermanfaat, dan berkelanjutan bagi bangsa dan negara.