

Bagi Edsel Dzakwan Fausta Fadillah, berdiri di podium sebagai perwakilan wisudawan pada Wisuda Ke-5 Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) menjadi kesempatan untuk mengajak teman-teman seperjuangannya mengenang perjalanan yang telah mereka lalui bersama—tentang tugas, praktikum, revisi, persahabatan, hingga orang-orang yang hadir di sepanjang perjalanan.
Edsel, wisudawan Program Studi D3 Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA), mengawali pesannya dengan rasa syukur atas pertemuan di momen yang telah dinantikan bersama.
Baginya, memilih berkuliah di PUtech menjadi salah satu keputusan terbaiknya. Kampus yang menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, menemukan pengalaman baru, sekaligus bertemu dengan orang-orang yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Namun, perjalanan itu tentu penuh proses.
“Jujur saja, kuliah di Politeknik PU ini tidaklah mudah, banyak tantangan setiap harinya. Kita nggak cuma disuruh hafalin teori, namun juga praktikum dengan skala 1:1 seperti yang dilakukan di proyek konstruksi. Rasanya kayak kuliah sambil kerja duluan,” ujarnya, disambut senyum para wisudawan yang mendengar pidatonya.
Tentang Malam-Malam yang Kini Menjadi Kenangan
Di balik kelulusan yang dirayakan hari itu, ada banyak proses yang telah dilalui. Edsel mengingat kembali malam-malam yang dihabiskan untuk menyelesaikan laporan praktikum, revisi gambar teknik, hingga tugas akhir.
Ada momen ketika proses tersebut terasa melelahkan dan menguras pikiran. Dari sanalah para mahasiswa belajar tentang kerja keras, ketelitian, dan tanggung jawab.
Apa yang dulu terasa berat akhirnya menjadi bagian dari kebanggaan ketika mereka dapat duduk bersama sebagai wisudawan.
Edsel juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen yang telah membimbing mereka melalui ilmu teknik sipil, pengalaman, serta berbagai arahan selama proses pembelajaran.
Bagi Edsel, bekal tersebut akan menemani para lulusan ketika mulai memasuki dunia profesional dan terlibat dalam pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.
Kampus yang Diisi Banyak Cerita
Selama kuliah, kehidupan Edsel juga diwarnai keterlibatannya dalam Himpunan Mahasiswa Teknologi Konstruksi Bangunan Air (HMTKBA), serta Duta Kampus PUtech 2024/2025, menjadi salah satu ruang untuk berproses bersama teman-teman di luar kegiatan akademik.
Kelas, laboratorium, hingga lapangan menjadi tempat mereka menjalani berbagai cerita bersama. Termasuk pengalaman tinggal bersama, mengerjakan tugas hingga larut malam, menghadapi revisi yang tak kunjung selesai, hingga berbagi colokan ketika laporan harus diselesaikan.
“Momen-momen kecil seperti inilah yang membuat kita tidak bisa melupakan indahnya masa perkuliahan ini,” tuturnya.
Ada Orang Tua di Balik Gelar
Di tengah cerita tentang perjalanan bersama teman dan proses panjang selama kuliah, Edsel mengingat orang-orang yang selalu berada di belakang setiap langkah para wisudawan: orang tua.
Ia menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan pengorbanan yang diberikan selama mereka menjalani pendidikan.
Bagi Edsel, gelar yang diraih hari itu turut membawa doa dan kerja keras orang tua yang telah mengantarkan setiap mahasiswa hingga sampai pada hari wisuda.
Ketika Jalan Mulai Berbeda
Wisuda menjadi penanda dimulainya fase baru. Setelah hari itu, para lulusan akan mengambil jalan masing-masing. Ada yang langsung bekerja, melanjutkan studi, maupun kembali ke kampung halaman.
Edsel pun menitipkan satu pesan sederhana kepada teman-temannya.
“Grup chat boleh sepi, tapi jangan sampai putus silaturahmi.”
Baginya, menjaga pertemanan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Sekadar berkabar atau memberikan komentar pada unggahan teman pun bisa menjadi cara untuk tetap terhubung ketika jarak mulai memisahkan.
Mereka telah melewati satu fase kehidupan bersama, dari ruang kelas, laboratorium, hingga berbagai situasi yang kelak menjadi cerita untuk dikenang.
Edsel berharap suatu hari mereka dapat kembali bertemu sebagai rekan kerja yang sama-sama berkontribusi melalui karya infrastruktur. Atau, beberapa tahun mendatang, kembali ke kampus untuk mengenang masa-masa yang pernah dijalani bersama.
Pesan untuk yang Masih Berproses
Kepada adik tingkat, Edsel menyampaikan pesan agar waktu selama berada di PUtech dimanfaatkan untuk terus mengasah kemampuan dan mencoba berbagai pengalaman.
Ia berharap generasi setelah mereka dapat tumbuh menjadi mahasiswa yang lebih baik dan membawa semangat yang sama untuk terus belajar.
Menutup pesannya, Edsel mengutip ajaran Ki Hadjar Dewantara, “Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”
Kini, perjalanan Edsel bersama teman-teman seangkatannya memasuki babak baru. Tiga tahun yang mereka jalani bersama telah menghasilkan lebih dari sekadar gelar Ahli Madya Teknik.
Ada pengetahuan yang dibawa, pengalaman yang menjadi bekal, pertemanan yang diharapkan tetap terjaga, serta berbagai cerita yang suatu hari mungkin akan kembali dikenang.
Sebab pada akhirnya, wisuda adalah momentum tentang perjalanan yang telah dilalui dan bagaimana setiap insan membawa pengalaman itu untuk melangkah ke kehidupan berikutnya.