







Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Kamis (5/11/2026) di lingkungan kampus PUtech, Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) berdasarkan standar ISO 14001:2015 sekaligus meningkatkan kesiapan personel dalam mengelola limbah B3 dan menghadapi potensi kondisi darurat lingkungan.
Pelatihan ini diikuti oleh dosen, kepala laboratorium, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), serta perwakilan unit terkait, termasuk Laboratorium Sanitasi dan Poliklinik. Kegiatan menghadirkan Desta Eka Prasetya, S.K.M., selaku EHS Specialist RS Telogorejo Semarang, sebagai narasumber dan diselenggarakan bersama PT Yura Prima Solusindo.
Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E., MSCE, Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan sebagai bagian dari upaya penerapan Sistem Manajemen Lingkungan di lingkungan kampus. Penerapan sistem tersebut memerlukan keterlibatan seluruh unit kerja, terutama dalam memastikan setiap aktivitas operasional dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana ISO 14001:2015 Politeknik Pekerjaan Umum, Dr. Ir. Taufan Madiasworo, S.T., M.T., dalam pengantarnya menyampaikan bahwa berbagai aktivitas di lingkungan kampus, seperti praktikum dan pengujian laboratorium, pelayanan kesehatan di poliklinik, serta kegiatan operasional lainnya, berpotensi menghasilkan limbah B3. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan serta membahayakan keselamatan dan kesehatan personel.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian penerapan SML yang sebelumnya diawali dengan kegiatan kick-off dan awareness. Setelah personel mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, diperlukan pembekalan yang lebih teknis dan aplikatif agar prosedur pengelolaan limbah B3 dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Materi pelatihan mencakup pengenalan karakteristik dan klasifikasi limbah B3, simbol bahaya, pembacaan Safety Data Sheet (SDS), serta prosedur pemilahan, pengemasan, pelabelan, pencatatan, dan penyimpanan limbah B3. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai ketentuan penyerahan limbah kepada pihak pengangkut berizin.
Tidak hanya melalui pemaparan teori, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan spill kit dan simulasi penanganan tumpahan B3. Peserta mempraktikkan tahapan penanganan yang meliputi pengamanan area, identifikasi bahan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pembendungan dan penyerapan tumpahan, hingga pengumpulan limbah hasil penanganan serta pelaporan kejadian.
Simulasi dilakukan berdasarkan kelompok unit kerja sehingga peserta dapat memahami penerapan prosedur tanggap darurat sesuai dengan potensi risiko di lingkungan kerjanya. Melalui sesi diskusi, peserta juga mengidentifikasi kebutuhan peralatan dan ketersediaan spill kit untuk mendukung kesiapsiagaan masing-masing unit.
Melalui pelatihan ini, personel diharapkan mampu memahami dan menerapkan prosedur pengelolaan limbah B3, mulai dari penanganan dalam kondisi normal hingga tindakan awal ketika terjadi tumpahan atau kondisi darurat. Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan tidak cukup hanya didukung dokumen dan prosedur tertulis, tetapi juga membutuhkan pemahaman serta keterlibatan seluruh personel dalam pelaksanaannya.
PUtech terus mengembangkan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan melalui peningkatan kompetensi personel dan penguatan prosedur operasional guna mewujudkan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan ramah lingkungan.