PUtech

Pengabdian

Sosialisasi Konsep Bangunan Hijau (Green Building) dalam Rangka Mendukung Terwujudnya Sekolah Hijau Studi Kasus : SMKN 2 Sragen

Fenomena kerusakan lingkungan makin meningkat pada 5 (lima) tahun terakhir ini. Kerusakan lingkungan terjadi tidak hanya disebabkan oleh aktivitas alam, melainkan lebih banyak disebabkan oleh ulah manusia. Beberapa upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup telah dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran dan kemauan manusia untuk kembali peduli terhadap lingkungan hidup, salah satunya melalui Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Salah satu bentuk penerapan PLH adalah pembiasaan melalui lingkungan sekolah. Lingkungan Pendidikan diharapkan dapat menjadi dasar penanaman cinta lingkungan sejak dini. Sejalan dengan Politeknik Pekerjaan Umum yang menjalankan Pendidikan Vokasi, SMK dapat menjadi mitra yang sangat relevan. Pendidikan yang dirancang di SMK lebih menekankan pada pengembangan ketrampilan peserta didik sebagai bekal siap kerja. Gagasan membangun sekolah hijau (green school) di Indonesia bertitik tolak pada pemikiran dan kesadaran, bahwa sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan merupakan wadah yang tepat untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa cinta pada kelestarian alam dan lingkungan. Sekolah dianggap mampu untuk memberikan pendidikan lingkungan hidup sejak dini kepada peserta didik, membangun pola berpikir (mindset) pada semua warga sekolah tentang pelestarian alam dan lingkungan, serta menggembleng peserta didik yang kelak akan menjadi agen perubahan (agent of change) pelestarian alam dan lingkungan. Selain itu, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan Panduan Desain Sekolah Hijau yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan saran dan prasarana SMK.