PUtech

Pengabdian

Pembangunan Penyediaan Air Bersih di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

Ketersediaan air bersih yang memadai tidak hanya menunjang kesehatan masyarakat tetapi juga mendukung berbagai sektor, seperti pertanian, industri, dan pariwisata. Namun, masalah kekurangan air bersih masih menjadi tantangan utama di banyak wilayah, terutama di negara berkembang. Faktor-faktor seperti pertumbuhan populasi, perubahan iklim, pencemaran air, dan pengelolaan sumber daya air yang kurang efektif semakin memperburuk situasi ini. Kekurangan ketersediaan air tidak hanya terjadi di daerah pesisir pantai namun juga dapat terjadi di daerah pegunungan, salah satu contohnya di lereng Gunung Merbabu. Tepatnya di Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, pada musim kering terjadi kelangkaan air bersih dikarenakan curah hujan yang menurun. Sumber mata air yang ada sangat dipengaruhi oleh kondisi curah hujan sedangkan sumber air tanah dalam masih belum ditemukan bahkan dengan penyelidikan geolistrik. Selain pembangunan tampungan air, proses filtrasi juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas air. Pembangunan tampungan air diharapkan dapat membantu ketersediaan air pada musim kering sekaligus mampu menampung air hujan atau sumber air pada musim hujan. Tampungan air ini selain digunakan untuk kebutuhan rumah tangga juga untuk mendukung potensi pertanian hortikultura. Selain itu Desa Batur juga memiliki potensi pariwisata, lokasi Desa Batur berada di jalur pendakian Gunung Merbabu sehingga menjadi tempat disinggahi bagi para pendaki gunung. Dalam rangka mendukung kegiatan tersebut, maka diperlukan ketersediaan air bersih yang dapat diandalkan secara konsisten. Kegiatan pembangunan penyediaan air bersih ini telah diawali dengan kegiatan PKM yang mendukung yaitu survei investigasi penyediaan air bersih, penyusunan desain dan RAB serta sosialisasi penyediaan air bersih. Hasil kegiatan PKM pembangunan penyediaan air bersih ini mendapatkan respons yang sangat baik dari warga binaan. Kondisi tersebut tercermin dari pelaksanaan pembangunan yang hampir seluruhnya dibantu dari sisi tenaga kerja oleh warga dengan gotong royong, mulai dari lansiran material sampai dengan finishing bangunan. Selain itu juga tercermin pada saat sosialisasi, warga aktif berdiskusi terkait penyediaan air baku, pemanenan air hujan, dan filtrasi sumber air.