Penelitian
Rancangan Tingkat Kesiapan Implementasi Artificial Intelligence (AI) pada Proyek Konstruksi di Indonesia
Transformasi proyek konstruksi dari metode tradisional menuju konstruksi modern yang disertai dengan penggunaan teknologi informasi merupakan tren saat ini. Hal ini sejalan dengan perkembangan dari Era Industri 4.0 menuju Society 5.0. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan pekerjaan proyek konstruksi merupakan wujud dari tuntutan Society 5.0. Penerapan teknik AI telah membantu meningkatkan otomatisasi serta memberikan analisis yang lebih baik dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Adopsi AI yang luas mendorong terjadinya transformasi digital yang pesat dalam industri konstruksi. Berdasarkan Government AI Readiness Index 2023, Indonesia berada pada peringkat ke-42 dari 193 negara yang disurvei. Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat evaluasi mengenai kinerja penggunaan AI pada proyek konstruksi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan berbagai permasalahan dalam penerapan AI sepanjang siklus hidup proyek konstruksi yang kompleks. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengidentifikasi peluang, tantangan, dan ancaman dalam penerapan AI di industri konstruksi Indonesia.
Berbagai implementasi AI telah dilakukan pada proyek konstruksi. Teknologi survei yang memanfaatkan AI sering ditemukan dalam proyek konstruksi. Secara umum, AI digunakan untuk mempercepat proses survei, khususnya pada lokasi proyek yang sulit dijangkau. Berdasarkan hasil evaluasi kuesioner, diperoleh bahwa variabel infrastruktur teknologi berada pada posisi pertama dengan nilai 3,301. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur teknologi telah diimplementasikan secara cukup komprehensif dalam proyek konstruksi. Salah satu kendala yang dihadapi dalam proyek konstruksi adalah kemampuan sumber daya manusia dalam proyek. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi kuesioner yang menunjukkan nilai sebesar 1,824. Kebijakan pengembangan sumber daya manusia telah diterapkan untuk membantu meningkatkan keterampilan tenaga kerja konstruksi melalui pelatihan dan sertifikasi, meskipun belum dilakukan secara menyeluruh. Penerapan AI dalam proyek konstruksi masih banyak dilakukan pada tahap pra-konstruksi, di mana AI digunakan untuk kegiatan survei, investigasi, desain, dan prediksi. Sementara itu, pihak yang lebih maju dalam penerapan AI adalah kontraktor dengan nilai rata-rata sebesar 2,396, sedangkan konsultan sebesar 2,361. Berdasarkan evaluasi menggunakan metode Spider Web, baik kontraktor maupun konsultan masih berada pada tingkat kesiapan menengah, yaitu pada tahap awal dalam implementasi AI pada proyek konstruksi.
Hal ini tercermin dari kesiapan para pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi, seperti kontraktor, konsultan, dan pemangku kepentingan di bidang pekerjaan umum, yang masih dalam proses persiapan untuk mengimplementasikan AI dalam proyek konstruksi. Infrastruktur teknologi yang digunakan dalam proyek konstruksi tergolong cukup mutakhir, meliputi perangkat keras, perangkat lunak, cloud computing, dan konektivitas, namun sumber daya manusia yang mendukungnya masih belum memadai.