Penelitian
Penerapan Ground Penetration Radar (GPR) untuk Identifikasi Utilitas di Bawah Permukaan Tanah
Posisi penempatan utilitas pada ruang milik jalan (rumija) sampai dengan saat ini masih
banyak permasalahan. Bahkan pemilik lahan rumija yaitu Dinas Bina Marga baik pusat ataupun
di daerah ketika akan melaksanakan perbaikan rekonstruksi jalan dengan penggalian atau
pembongkaran selalu tertunda. Hal ini karena terdapat utilitas yang dipasang di bawah
permukaan jalan milik pihak lain ketika perlu dibongkar, Dinas Bina Marga harus menunggu
izin pihak lain tersebut, sehingga mengganggu jadwal pekerjaan yang telah tersusun.
Permasalahan ini terjadi karena posisi utilitas belum ter petakan secara baik. Latar belakang
permasalahan penelitian ini adalah identifikasi posisi utilitas seperti jaringan pipa air minum
ataupun pipa air kotor, kabel fiber optik telekomunikasi, dan kabel listrik di bawah permukaan
tanah belum ter petakan secara baik ketika akan dilaksanakan pekerjaan penggalian maupun
perbaikan jalan dan bangunan konstruksi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk
memanfaatkan alat GPR tipe KSD-24 yang baru dimiliki oleh Politeknik Pekerjaan Umum
pada awal tahun 2024 untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan jaringan utilitas di
bawah permukaan tanah dalam upaya efisiensi kegiatan penggalian maupun perbaikan jalan
dan bangunan konstruksi lainnya. Sasaran studi ini adalah alat GPR Tipe KSD-24 dapat
dimanfaatkan dan masuk ke dalam kurikulum, khususnya mata kuliah Pemeriksaan Jalan dan
Jembatan pada Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan. Metode Penelitian
yang digunakan adalah pengambilan data primer dari GPR merek Koden Electronics Co., Ltd
dengan tipe KSD-24 yang dimiliki oleh Politeknik Pekerjaan Umum. Pengambilan data
dilakukan pada 2 (dua) lintasan yang melewati utilitas seperti material pipa saluran air bersih,
pipa saluran air kotor, kabel serat optik telekomunikasi, dan kabel listrik. Selanjutnya data
diolah dan diinterpretasikan dalam bentuk citra radargram. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa alat GPR KSD-24 bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan jaringan utilitas di
bawah permukaan tanah. Hasil citra radargram dari alat GPR KSD-24 memberikan tampilan
jarak dan kedalaman yang sama pada instalasi/pemasangan utilitas baik utilitas tanpa volume
air/ kering seperti pipa air, rangkaian tulangan baja dan instalasi kabel. Begitu juga pada utilitas
dengan tambahan volume air sebagai simulasi saluran air bawah permukaan (sub drainage).
Setingan pada pengujian alat GPR tipe KSD-24 yang menurut tim penulis terbaik adalah
dengan setingan frekuensi 300MHz, setingan sensitivitas (gain) sedang/medium dan dengan
setingan pengujian (trigger) jarak/distance. Alat GPR tipe KSD-24 diusulkan untuk masuk ke
dalam kurikulum, khususnya mata kuliah Pemeriksaan Jalan dan Jembatan pada Program Studi
Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan.