PUtech

Penelitian

Kekuatan dan Mikrostruktur Semen Mortar Campuran Air Laut dan Pasir Laut

Konsumsi air tawar dan pasir sungai sebagai pencampuran dalam pembuatan pasta semen hingga membentuk mortar dan beton terus mengalami peningkatan. Namun, perubahan iklim sangat mempengaruhi ketersediaan air tawar dari tahun ke tahun dan menurunkan kualitas fisik air dari sumber alamiahnya. Begitupula dengan pasir sungai menjadi sumber utama agregat halus diperkirakan akan habis pada tahun 2050. Sehingga diperlukan alternative pengganti air tawar dan pasir sungai untuk memproduksi mortar dan beton. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan air laut dan pasir laut untuk membentuk campuran semen mortar sehingga dapat diaplikasikan sebagai bahan konstruksi infrastruktur dan memastikan bahwa dari sisi kekuatan dan mikrostrukturnya dapat digunakan dengan baik. Adapun metode yang digunakan adalah pengujian laboratorium dimana rancangan jumlah benda uji semen mortar sebanyak 36 sampel terdiri dari 7 jenis desain campuran yaitu zona A, zona B, zona C, dan zona D sesuai dengan lokasi pengambilan sampel air laut dan pasir laut. Ukuran sampel uji adalah 5x5x5 cm dengan variasi rasio air semen 0.52. Setelah dilakukan perawatan selama, 3, 7 dan 28 hari kemudian dilakukan pengujian kuat tekan dengan compressive machine dan analisis porositasnya dan mikrostrukturnya dengan scanning electron microscopy (SEM), energy dispersive x-ray (EDS) dan fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). Hasil pengujian memperlihatkan bahwa material semen mortar dari campuran pasir laut dan air laut memiliki kekuatan sebesar diatas 32 MPa yang bersumber dari zona A (lokasi rembang dan pati). Mikrostruktur butiran setiap sampel memperlihatkan karakteristik yang berbeda-beda, walaupun beberapa menunjukkan kesamaan.