PUtech

Menteri PU Lepas Wisudawan Politeknik Pekerjaan Umum: Lahirkan SDM Konstruksi Unggul, Adaptif, dan Berintegritas

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Ir. Dody Hanggodo, M.P.E., secara resmi melepas 230 wisudawan dalam prosesi Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-5 Politeknik Pekerjaan Umum. Acara yang berlangsung khidmat pada Sabtu, (19/9), di Kampus 2 PUtech ni menandai lahirnya generasi baru tenaga kerja konstruksi yang siap terjun langsung mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur nasional.

Mendukung Asta Cita dan Program Strategis Nasional

Penyelenggaraan pendidikan di PUtech selaras dengan visi besar Asta Cita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama pembangunan diarahkan pada pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, pengentasan kemiskinan menuju angka 0%, serta efisiensi investasi yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Menteri Dody Hanggodo menekankan krusialnya ketersediaan tenaga kerja ahli. Mengingat rata-rata alokasi anggaran infrastruktur mencapai Rp100 Triliun per tahun, industri membutuhkan setidaknya 14.000 Tenaga Kerja Konstruksi untuk setiap Rp1 Triliun yang diinvestasikan. Para lulusan ini diproyeksikan untuk menjadi tulang punggung dalam implementasi berbagai Instruksi Presiden (Inpres) 2025, antara lain:

  • Inpres No. 2/2025: Fokus pada sektor Irigasi dan Ketahanan Pangan.
  • Inpres No. 8/2025: Program pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh penjuru negeri.
  • Inpres No. 11/2025: Percepatan pembangunan dan perbaikan Jalan Daerah.
  • Inpres No. 18/2025: Penanganan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pembelajaran Berbasis Praktik Lapangan dan Penerapan Teknologi Modern

Politeknik Pekerjaan Umum menerapkan konsep Living Laboratory, di mana kampus dan proyek lapangan menjadi satu kesatuan ruang belajar. Kurikulum dirancang secara intensif dengan total 117 SKS, yang terdiri dari 70% Praktik dan 30% Teori. Pendekatan ini memastikan mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi mahir dalam eksekusi teknis.

Lulusan tahun ini telah dibekali dengan penguasaan teknologi konstruksi modern, termasuk:

  • Building Information Modelling (BIM) untuk manajemen siklus hidup proyek.
  • Terrestrial Laser Scanner dan Geographic Information System (GIS) untuk akurasi pemetaan dan survei.

Selama masa studi, para wisudawan telah menjalani program magang di berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai spesialisasi mereka, mulai dari Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung (TKBG) pada proyek Sekolah Rakyat, Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA) untuk infrastruktur air baku dan irigasi, hingga Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan (TKJJ) serta keterlibatan langsung dalam rekonstruksi pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara.

Lulusan Bersertifikasi dari Berbagai Pelosok Negeri

Keberagaman menjadi kekuatan utama angkatan ini. Para lulusan berasal dari 35 provinsi di Indonesia melalui program affirmative action, yang memberikan kesempatan luas bagi putra-putri daerah termasuk dari Aceh, Maluku Utara, hingga Papua, untuk mendapatkan pendidikan vokasi berkualitas tinggi.

Selain menyandang gelar akademis, setiap lulusan juga dibekali dengan Sertifikasi Kompetensi KKNI Jenjang 5, yang mencakup berbagai kualifikasi profesional seperti Supervisor K3 Konstruksi, Pelaksana Lapangan Madya (Irigasi, Jalan, dan Gedung), Teknisi Survei Terestris dan Quality Engineer, Sertifikasi BIM dan skor TOEIC yang kompetitif untuk skala internasional.

Pesan Menteri PU untuk Wisudawan

“Bangun Harapan dan Kesejahteraan Rakyat”

Di penghujung prosesi, Ir. Dody Hanggodo, M.P.E. memberikan pesan inspiratif bagi para wisudawan agar tetap memegang teguh nilai-nilai profesionalisme dalam berkarya.”Tunjukkan jiwa yang tangguh, jangan pernah berhenti belajar, dan teruslah menjaga integritas serta profesionalisme. Dunia konstruksi membutuhkan insan yang adaptif, inovatif, dan siap memberikan solusi bagi kemajuan bangsa.”

Ia juga menambahkan bahwa peran mereka jauh lebih besar daripada sekadar membangun fisik bangunan:”Jadilah alumni Politeknik Pekerjaan Umum yang kompetitif dan berdaya saing. Tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan, membuka peluang, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.”

Menutup sambutannya di hadapan para wisudawan, Menteri PU Ir. Dody Hanggodo, M.P.E. berpesan agar lulusan PUtech tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi terus mengembangkan diri dan menjaga integritas serta profesionalisme dalam berkarya.

“Jadilah insan yang tangguh, jangan pernah berhenti belajar, dan teruslah menjaga integritas serta profesionalisme. Dunia konstruksi membutuhkan insan yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan solusi bagi kemajuan bangsa,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa kontribusi lulusan bidang konstruksi tidak sebatas membangun infrastruktur secara fisik. Lebih dari itu, setiap karya diharapkan mampu membuka peluang, membangun harapan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Jadilah alumni Politeknik Pekerjaan Umum yang kompetitif dan berdaya saing. Tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan, membuka peluang, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.