


Avisiena Madani Susanto mengenal olahraga hoki hingga akhirnya menorehkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVII Jawa Tengah 2026. Mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung (TKBG) Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) ini berhasil meraih Juara II atau medali perak pada kategori Hockey Indoor bersama Tim Hockey Kota Semarang.
Ketertarikan Avis terhadap hoki bermula ketika sang kakak yang lebih dahulu menekuni olahraga tersebut merekomendasikannya untuk ikut bermain. Sejak saat itu, ia mulai mengenal hoki dan menjalani proses latihan hingga berkesempatan bergabung dengan tim yang mewakili Kota Semarang.
Perjalanan menuju PORPROV XVII Jawa Tengah 2026 dimulai sejak Avis duduk di kelas XII SMA. Saat itu, ia berhasil lolos untuk bergabung dengan tim PLATKOT Hockey Kota Semarang. Sejak bergabung, ia menjalani berbagai persiapan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun pengalaman bertanding.
Selama kurang lebih dua tahun persiapan, Avis mengikuti sejumlah kompetisi dan uji tanding ke luar provinsi, termasuk Bandung dan Yogyakarta. Baginya, setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk mempelajari karakter permainan tim lain dan mengevaluasi kemampuan bersama rekan satu tim.
“Yang dicari yaitu pengalaman serta teknik yang digunakan dalam bermain karena setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing sehingga dapat menjadi evaluasi tim Hockey Kota Semarang,” ungkap Avisiena.
Selain mengikuti kompetisi, ia menjalani program latihan yang diberikan pelatih, mulai dari pengembangan teknik bermain hingga latihan fisik untuk menjaga kebugaran. Timnya juga rutin mengadakan pertandingan persahabatan dengan tim dari daerah lain setiap bulan.
Menjelang PORPROV XVII Jawa Tengah 2026, persiapan semakin intensif melalui pemusatan latihan atau training center (TC) selama dua minggu. Dalam periode tersebut, Avisiena berlatih setiap hari di GOR Manunggal Jati sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.
Meraih Medali Perak Bersama Tim Hockey Kota Semarang
Selama pertandingan, Avis menghadapi tantangan dalam menjaga mental dan menyesuaikan diri dengan suasana kompetisi. Menurutnya, kondisi pertandingan menjadi salah satu hal yang menguji kesiapan atlet untuk memberikan permainan terbaik.
Seiring berjalannya pertandingan, ia mulai beradaptasi dengan suasana di lapangan. Pengalaman dan persiapan yang telah dijalani menjadi bekal untuk menghadapi setiap pertandingan hingga akhirnya meraih medali perak bersama Tim Hockey Kota Semarang.
Bagi Avis, capaian tersebut menghadirkan rasa bangga dan haru. Ia bersyukur dapat memberikan kontribusi bagi Kota Semarang sekaligus membawa kebanggaan bagi keluarga dan kampus tempatnya menempuh pendidikan.
“Perasaan saya setelah meraih medali perak yaitu bangga dan terharu karena bisa memberikan dan menyumbangkan medali kepada Kota Semarang. Alhamdulillah, dapat membanggakan orang tua dan orang sekitar serta Politeknik Pekerjaan Umum itu sendiri karena sudah banyak men-support saya,” tuturnya.
Dukungan dari orang tua, orang-orang terdekat, dan PUtech menjadi hal yang ia syukuri dalam perjalanan meraih prestasi tersebut.
Melanjutkan Prestasi di Bidang Olahraga dan Pendidikan
Setelah mengikuti PORPROV XVII Jawa Tengah 2026, Avis berencana lebih berfokus pada pendidikan di PUtech. Ia ingin terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan di bidang konstruksi, sekaligus mencoba berbagai kompetisi yang berkaitan dengan teknik sipil.
“Saya ingin mengembangkan skill dan pengetahuan. Setelah itu, saya pasti akan mencoba mengikuti perlombaan tentang teknik sipil. Saya percaya selain prestasi olahraga, saya ingin dapat memberikan prestasi akademik juga,” ujarnya.
Meski akan memprioritaskan pendidikan, Avisiena tetap memiliki keinginan untuk kembali mengikuti PORPROV pada 2030 mendatang. Baginya, olahraga dan pendidikan merupakan dua bidang yang dapat menjadi ruang untuk terus belajar, berkembang, dan meraih pencapaian.
Prestasi Avisiena menjadi bagian dari perjalanan pengembangan dirinya sebagai mahasiswa PUtech. Medali perak yang diraih bersama Tim Hockey Kota Semarang tidak hanya menjadi pencapaian dalam olahraga, tetapi juga pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk melangkah dan meraih prestasi berikutnya, baik di lapangan maupun di lingkungan akademik.