





Kepala Subbagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech), Galih Chandra, S.Sos., M.Si., meraih Peringkat I Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Tahun 2026. Capaian tersebut diraih melalui Aksi Perubahan Kinerja Organisasi berupa optimalisasi Career Center dan Alumni berbasis website.
PKP Angkatan I Kementerian PU Tahun 2026 diikuti 29 peserta dari berbagai unit kerja. Selama 905 Jam Pelajaran (JP) atau setara 113 hari kerja, peserta mengikuti pembelajaran dengan metode blended learning yang meliputi self learning, distance learning, off campus, dan pembelajaran klasikal.
Melalui rangkaian tersebut, peserta mengembangkan kompetensi kepemimpinan sekaligus menerapkannya melalui Aksi Perubahan Kinerja Organisasi sesuai kebutuhan di unit kerja masing-masing.
Perkuat Layanan Karier Mahasiswa dan Alumni
Sebagai bagian dari aksi perubahan, Galih mengembangkan Career Center dan Alumni berbasis website untuk memperkuat layanan karier bagi mahasiswa dan alumni PUtech. Layanan ini menyediakan informasi mengenai peluang kerja sekaligus mendukung pemutakhiran data dan perkembangan karier alumni.
Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk membangun hubungan yang lebih baik antara kampus, mahasiswa, dan alumni serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI) Konstruksi.
Dalam prosesnya, Galih mendapatkan pendampingan dari Wakil Direktur I PUtech, Syamsul Bahri, S.Si., M.T., selaku mentor. Pendampingan tersebut membantu menyempurnakan gagasan dan penerapan aksi perubahan agar sesuai dengan kebutuhan layanan akademik dan kemahasiswaan.
“Hal yang paling berkesan adalah ketika menerjemahkan arah kebijakan pimpinan, menggerakkan tim, menampung keinginan mitra dan memenuhi kebutuhan alumni menuju satu tujuan yang sama,” ujar Galih.
Menurut Galih, pengalaman mengikuti PKP juga memberikan pemahaman baru mengenai kepemimpinan. Keberhasilan menggerakkan tim, menurutnya, tidak hanya bergantung pada instruksi, tetapi juga pada kemampuan pemimpin menciptakan lingkungan kerja yang mendukung.
“Selama mengikuti PKP saya menyadari bahwa keberhasilan memobilisasi tim efektif tidak ditentukan oleh instruksi semata, melainkan oleh kemampuan pemimpin dalam menciptakan rasa aman, menghargai kontribusi staf, dan memfasilitasi kendala operasional di lapangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan juga berkaitan dengan kemampuan mengelola perubahan agar sistem dan proses kerja dapat berjalan secara efektif.
“Bukan sekadar membangun sistem baru, melainkan bagaimana menggerakkan kolaborasi tim dan mengelola perubahan budaya kerja ke arah yang lebih efektif,” lanjut Galih.
Aksi Perubahan dalam Evaluasi PKP
Aksi Perubahan Kinerja Organisasi menjadi salah satu komponen utama dalam evaluasi PKP Angkatan I. Implementasi aksi perubahan memiliki bobot 30 persen, sedangkan pembelajaran lapangan dan perencanaan aksi perubahan masing-masing 20 persen.
Berdasarkan hasil evaluasi, lima peserta dengan capaian terbaik dalam PKP Angkatan I Kementerian PU Tahun 2026 adalah:
- Galih Chandra – Politeknik Pekerjaan Umum
Mengembangkan optimalisasi layanan Career Center dan Alumni berbasis website. - Ezrom Micgel Elim – Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Nusa Tenggara Timur
Mengembangkan sistem informasi monitoring untuk mendukung proses hibah aset. - Ardhanareswari Probowati – Balai Penilaian Kompetensi
Mengembangkan sistem integrasi asesmen pegawai. - Mokhamad Fakhur Rifqie – Direktorat Usaha dan Kelembagaan Jasa Konstruksi
Mengoptimalkan jam kerja efektif melalui presensi terintegrasi. - Leonardus Anggoro Mulia Kasih – Direktorat Kepatuhan Intern
Mengembangkan sistem pendataan Barang Milik Negara (BMN) secara real time.
Kelima aksi perubahan tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan di unit kerja masing-masing. Beragam inovasi ini menjadi bentuk penerapan pembelajaran kepemimpinan dalam memperbaiki proses kerja, mengelola sumber daya, dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung layanan organisasi.
Kepala BPSDM Kementerian PU, Bisma Staniarto, S.T., M.Sc., menekankan pentingnya penerapan hasil pembelajaran dalam pekerjaan.
“Pertanyaan pentingnya bukan lagi ‘Apa yang sudah saya pelajari selama PKP?’, tetapi ‘Apa yang akan menjadi lebih baik karena saya telah mengikuti PKP?’” ujar Bisma.
Pengalaman untuk Pengembangan Layanan
Bagi Galih, Peringkat I menjadi hasil dari proses pembelajaran dan kerja bersama berbagai pihak selama pelaksanaan aksi perubahan.
“Perasaan saya tentunya sangat terharu, senang, bahagia, bangga, dan penuh dengan rasa syukur akhirnya bisa mencapai titik ini. Alhamdulillah,” ungkapnya.
Capaian tersebut menjadi bagian dari pengembangan kompetensi sumber daya manusia PUtech, khususnya dalam menjalankan fungsi administrasi akademik dan kemahasiswaan. Pengalaman dari PKP diharapkan dapat terus diterapkan dalam pengembangan layanan, termasuk optimalisasi Career Center dan Alumni, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh mahasiswa, alumni, dan organisasi.
Keberhasilan aksi perubahan juga ditentukan oleh keberlanjutan penerapan, kolaborasi, dan manfaat yang dihasilkan bagi unit kerja. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya membawa pembelajaran kepemimpinan ke dalam praktik kerja sehari-hari.
Sistem Career Center dan Alumni PUtech dapat diakses melalui laman Career Center dan Alumni PUtech (cc.politeknikpu.ac.id) atau Unit Layanan PUtech.