PUtech

PUtech dan BJKW IV Surabaya Perkuat Kompetensi dan Daya Saing Lulusan melalui Sertifikasi K3 Konstruksi

Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) terus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja melalui pengembangan kompetensi dan sertifikasi profesi. Salah satunya diwujudkan melalui Uji Sertifikasi Supervisor K3 Konstruksi Jenjang 5 yang diselenggarakan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) IV Surabaya, Kementerian Pekerjaan Umum, bekerja sama dengan Politeknik Pekerjaan Umum.

Kegiatan yang berlangsung secara luring di Politeknik Pekerjaan Umum, Semarang, pada Senin (31/8/2026) tersebut diikuti oleh 229 peserta yang merupakan calon lulusan PUtech. Pelaksanaan sertifikasi berlangsung selama satu hari dengan melibatkan asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) K3 sebagai penguji kompetensi peserta.

Dalam laporan penyelenggaraan kegiatan, Sukaryanto, S.T., dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Kementerian Pekerjaan Umum, menyampaikan bahwa pelaksanaan sertifikasi merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tenaga kerja konstruksi yang kompeten sekaligus memberikan pengakuan resmi terhadap kompetensi yang dimiliki peserta.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021, serta Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Konstruksi Nomor 54 Tahun 2024 mengenai kewajiban kepemilikan sertifikat kompetensi bagi tenaga kerja konstruksi.

Melalui sertifikasi ini, peserta tidak hanya diharapkan memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan, tetapi juga memiliki bekal untuk meningkatkan daya saing ketika memasuki dunia profesional. Bagi calon lulusan PUtech, kesempatan mengikuti sertifikasi menjadi bagian dari proses transisi dari lingkungan pendidikan menuju dunia kerja dengan kompetensi yang telah mendapatkan pengakuan.

Sertifikasi sebagai Bekal Memasuki Dunia Profesional

Pentingnya kompetensi dan sertifikasi juga disampaikan oleh Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Indra Sulistyo, S.E., M.Ec.Dev. Dalam sambutannya, ia mengaitkan kesiapan tenaga kerja konstruksi dengan visi PU 608, yang menargetkan efisiensi investasi sebesar 6 persen, pengentasan kemiskinan hingga batas bawah 0 persen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Menurutnya, pencapaian target pembangunan tersebut membutuhkan sumber daya manusia konstruksi yang memiliki kompetensi dan daya saing. Karena itu, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan selain ijazah pendidikan.

Lulusan yang mengikuti jalur sertifikasi memiliki kesempatan memperoleh sertifikat kompetensi BNSP sebagai pengakuan resmi atas keahlian yang dimiliki. Sertifikat tersebut dapat menjadi salah satu modal dalam membangun karier, baik bagi lulusan yang ingin langsung bekerja maupun yang memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Indra juga menjelaskan bahwa lulusan D3 memiliki fleksibilitas dalam menentukan jalur karier. Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan dapat melanjutkan studi ke jenjang D4/S1 atau langsung memasuki dunia kerja sesuai bidang kompetensinya.

Peluang tersebut bahkan terbuka hingga pasar kerja internasional. Di Malaysia, misalnya, terdapat jalur Professional Pass bagi tenaga profesional serta Construction Pass untuk tenaga kerja konstruksi. Sementara di Australia, keterampilan di bidang konstruksi menjadi salah satu kompetensi yang memiliki peluang dalam pasar tenaga kerja terampil (skilled migrant).

Dalam menghadapi persaingan tersebut, kesiapan profesional juga perlu dibangun sejak dini. Salah satunya melalui pengelolaan profil profesional seperti LinkedIn yang mutakhir untuk memperluas akses terhadap peluang kerja. Selain itu, jalur seperti Working Holiday Visa (WHV) dapat menjadi alternatif bagi mereka yang ingin memperoleh pengalaman belajar dan bekerja di Australia sesuai ketentuan yang berlaku.

Menghubungkan Pendidikan dengan Kebutuhan Dunia Kerja

Dari sisi PUtech, pelaksanaan sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara proses pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Wakil Direktur I Bidang Akademik Politeknik Pekerjaan Umum, Syamsul Bahri, S.Si., M.T., turut menyampaikan pentingnya penguatan kompetensi mahasiswa agar lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan yang diakui dan relevan dengan kebutuhan sektor konstruksi.

Pelaksanaan uji sertifikasi di lingkungan kampus menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara pendidikan vokasi dan pembinaan jasa konstruksi. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menguji kompetensinya secara langsung melalui mekanisme sertifikasi profesi sebelum sepenuhnya memasuki dunia kerja.

Dengan 229 calon lulusan yang mengikuti sertifikasi Supervisor K3 Konstruksi Jenjang 5, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PUtech dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi, sertifikasi, dan kesiapan profesional.

Kolaborasi dengan BJKW IV Surabaya diharapkan dapat terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi bidang pekerjaan umum, sekaligus mendukung ketersediaan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan andal untuk menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Bagi PUtech, kelulusan bukan menjadi akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal bagi lulusan untuk membawa kompetensi dan keahliannya ke dunia profesional, di dalam negeri maupun membuka peluang hingga tingkat global.