












Berangkat dari pengalaman panjang dalam pekerjaan konstruksi yang kerap tersimpan sebagai pengetahuan individu maupun pengalaman proyek, Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.T., S.E., M.Eng.I.E., MSCE, Ph.D., IPU, ASEAN Eng., menuangkannya dalam buku Teknik Pelaksanaan dan Pengawasan Konstruksi Jembatan Jilid 1 & 2.
Jumat (21/8), buku tersebut dibedah bersama akademisi, praktisi, dan profesional. Kegiatan dihadiri Kepala Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus, Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Armen Adekristi, S.T., MSCE, dan dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDM Kementerian Pekerjaan Umum, Bisma Staniarto, S.T., M.Sc.
Buku tersebut disusun sebagai salah satu referensi yang menggabungkan pengetahuan teknis dengan pengalaman dalam pelaksanaan konstruksi di lapangan. Melalui dua jilid buku, pembahasan mengenai konstruksi jembatan tidak hanya ditempatkan dalam konteks teori, tetapi juga dikaitkan dengan praktik pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan.
Membaca Konstruksi Jembatan dari Hulu hingga Hilir
Diterbitkan dalam dua jilid, buku ini membahas tahapan konstruksi jembatan secara cukup menyeluruh.
Jilid 1 mencakup manajemen proyek, Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), persiapan mobilisasi, pengujian material dasar, hingga pelaksanaan pekerjaan fondasi dan bangunan bawah seperti kepala jembatan dan pilar.
Sementara Jilid 2 membahas jalan pendekat atau oprit, kriteria bangunan atas, pelaksanaan jembatan gelagar dan rangka baja, termasuk detail sambungan las dan baut.
Cakupan tersebut membuat buku ditujukan tidak hanya bagi mahasiswa. Aparatur pemerintah, penyedia jasa konstruksi, akademisi, maupun tenaga profesional dapat menggunakannya sebagai referensi untuk memahami tahapan pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan jembatan.
Sesi utama kemudian dibuka dengan pemaparan buku oleh penulis, Ir. Brawijaya, S.T., S.E., M.Eng.I.E., MSCE, Ph.D., IPU, ASEAN.Eng. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan latar belakang penyusunan Teknik Pelaksanaan dan Pengawasan Konstruksi Jembatan Jilid 1 dan Jilid 2, termasuk pengalaman di lapangan yang menjadi bahan penting dalam penyusunan buku.
Menurut Brawijaya, banyak pengalaman dalam pelaksanaan proyek konstruksi yang hanya tersimpan pada individu atau berhenti pada satu proyek. Melalui buku ini, pengalaman tersebut dicatat dan disusun menjadi bahan pembelajaran yang dapat diakses oleh mahasiswa, akademisi, maupun praktisi.
Sesi tanggapan kemudian dipandu oleh Maulida Amalia Rizki, S.T., M.Eng., dosen Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan (TKJJ) PUtech, yang mengantarkan diskusi bersama enam penanggap dari latar belakang akademik, keprofesian, praktisi konstruksi, pendidikan vokasi, dan literasi pengetahuan.
Enam Perspektif dalam Satu Forum
Bedah buku menghadirkan enam penanggap dengan latar belakang yang berbeda. Prof. Ir. Priyo Suprobo, M.Sc., Ph.D., Guru Besar ITS, menilai buku ini memiliki keunggulan karena berfokus pada metode pelaksanaan dan pengawasan di lapangan, melengkapi buku teks sipil yang umumnya lebih banyak membahas teori dan desain.
Dr. Eng. Ir. Herry Vaza, S.T., M.Eng.Sc., IPU, Ketua DPD HPJII Provinsi DKI Jakarta, melihat buku ini sebagai penghubung antara teori rekayasa, manajemen konstruksi, dan praktik pelaksanaan di lapangan. Ia juga menilai kekuatan buku terletak pada upaya mendokumentasikan pengalaman lapangan menjadi pengetahuan yang dapat diwariskan. Dengan cakupan tersebut, buku ini dinilai relevan bagi berbagai pelaku jasa konstruksi, mulai dari mahasiswa vokasi, pengguna jasa, penyedia jasa, hingga konsultan pengawas.
Wakil Ketua Umum PII, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, M.T., IPU, ASEAN Eng., menilai buku ini relevan dengan praktik keinsinyuran karena menghubungkan metode konstruksi dengan pengambilan keputusan di lapangan. Menurut Guru Besar DTSL Fakultas Teknik UGM ini, pembahasan teknis dalam buku juga menunjukkan pentingnya engineering management, tanggung jawab profesional, serta pendekatan lifespan engineering—bahwa infrastruktur perlu dipikirkan sejak perencanaan, konstruksi, operasi, hingga pemeliharaan dan penggantian komponennya.
Ir. Iwan Zarkasi, M.Eng.Sc., Ketua LSP Infrastruktur Jalan dan Jembatan Indonesia, menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh dan koordinasi dalam setiap tahapan pelaksanaan serta pengawasan konstruksi untuk memastikan mutu, keselamatan, dan keandalan jembatan.
Bhima Dhanardono, S.T., M.Eng., dari Program Studi TKJJ PUtech, menilai buku ini penting sebagai rujukan pembelajaran vokasional yang menghubungkan teori dengan pengalaman praktik di lapangan.
Sementara itu, Suwondo, S.Hum., M.Kom., yang diwakili Linda Wahyuningsih, S.I.Kom., M.I.Kom., dari FPPTI Jawa Tengah, menyoroti buku sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan industri konstruksi, sekaligus mendukung pembelajaran dan pengawasan pekerjaan secara lebih sistematis.
Beragam tanggapan tersebut memperlihatkan bahwa buku Teknik Pelaksanaan dan Pengawasan Konstruksi Jembatan tidak hanya relevan dari sisi teknis, tetapi juga memiliki nilai bagi pendidikan vokasi, pengembangan profesi, dan praktik konstruksi di lapangan.
Direktur PUtech, Ir. Brawijaya, berharap buku ini dapat menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan pengetahuan dan pengalaman konstruksi agar dapat terus dipelajari dan dikembangkan oleh generasi berikutnya. Bedah buku ini juga diharapkan mendorong lebih banyak karya yang mengangkat pengalaman praktis di bidang pekerjaan umum sebagai referensi bagi dunia pendidikan maupun industri.