PUtech

Upacara HUT ke-81 RI di PUtech, Teguhkan Semangat Pengabdian dan Doa untuk Rakyat

Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampus 1 Politeknik Pekerjaan Umum, Semarang, Senin (17/8). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Politeknik Pekerjaan Umum.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, menyampaikan amanat Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Amanat tersebut mengajak seluruh insan Pekerjaan Umum untuk memaknai kemerdekaan melalui kerja yang benar, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pembangunan Harus Memberi Manfaat

Dalam amanatnya, Menteri PU menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari selesainya sebuah konstruksi. Pekerjaan baru dapat dikatakan selesai ketika hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang kita cari bukan proyek yang paling besar. Yang kita cari adalah manfaat yang paling besar bagi rakyat.”

Pesan tersebut memuat nilai bahwa setiap pembangunan harus memiliki tujuan yang lebih besar, yakni memudahkan kehidupan masyarakat dan membuka akses terhadap berbagai kesempatan.

Dalam amanatnya, Menteri PU memberikan gambaran bahwa infrastruktur harus mampu mendekatkan masyarakat dengan berbagai kebutuhan. Jalan, misalnya, harus dapat mendekatkan rumah dengan sekolah, sawah dengan pasar, serta masyarakat dengan kesempatan.

Ketika Bencana Datang, Negara Harus Hadir

Peringatan kemerdekaan tahun ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Dalam amanatnya, Menteri PU menyampaikan doa bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi.

“Semoga seluruh masyarakat yang terdampak diberi keselamatan dan kekuatan, dan keadaan segera pulih.”

Menteri PU menegaskan bahwa arti pekerjaan Pekerjaan Umum semakin terasa ketika bencana datang. Ketika jalan terputus, air berhenti mengalir, sekolah tidak dapat digunakan, atau keluarga kehilangan tempat tinggal, masyarakat membutuhkan kehadiran negara.

“Rakyat tidak membutuhkan penjelasan panjang, mereka membutuhkan negara hadir dan bekerja.”

Kehadiran tersebut diwujudkan melalui upaya membuka kembali akses jalan, memulihkan layanan air, menyiapkan hunian, hingga membantu masyarakat menata kembali kehidupannya.

Integritas sebagai Amanah

Selain pembangunan yang memberikan manfaat, integritas menjadi pesan penting dalam amanat Menteri PU. Jabatan dan kewenangan bagi ASN PU bukanlah hak istimewa, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Integritas terlihat dari keputusan sehari-hari: menjaga uang rakyat, menjaga mutu pekerjaan, tidak menyalahgunakan kewenangan, tidak mengambil yang bukan hak kita, dan berani mengatakan tidak kepada penyimpangan.”

Menteri PU juga mengingatkan agar insan PU mampu bekerja cepat tanpa mengabaikan kehati-hatian dan mutu.

“Kita harus cepat, tetapi tidak ceroboh. Efisien, tetapi tidak mengorbankan mutu. Mencari jalan keluar, tetapi tidak mencari jalan pintas yang melanggar aturan.”

Pesan tersebut menjadi refleksi bagi seluruh sivitas akademika PUtech untuk terus membangun kompetensi sekaligus menjaga integritas dan kepedulian dalam menjalankan pengabdian di bidang pekerjaan umum.

Menutup amanatnya, Menteri PU mengajak seluruh insan Pekerjaan Umum untuk memastikan kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu tidak hanya menjadi sebuah sejarah, tetapi terus diwujudkan melalui kehadiran negara bagi masyarakat.

“Hari ini, bagian kita adalah memastikan Republik itu tidak hanya berdiri, tetapi terus hadir untuk rakyat.”

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di PUtech menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat tersebut: mengisi kemerdekaan dengan kerja yang benar, integritas, dan kesetiaan kepada kepentingan rakyat.