PUtech

PUtech Perkuat Budaya Kerja Berintegritas Jelang Semester Baru

Menjelang dimulainya perkuliahan semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) menggelar Coffee Morning bertema “Komitmen Sivitas Akademika dalam Menegakkan Peraturan di Lingkungan Kampus PUtech” pada Jumat (7/8/2026) di Ruang Rapat Lt. 4 Gedung Ir. Sutami, Kampus II Politeknik Pekerjaan Umum. Kegiatan ini dihadiri Direktur, para Wakil Direktur, Kabag, jajaran Kasubbag, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, dosen, dan tenaga kependidikan, sebagai momentum untuk menyamakan langkah sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berintegritas menjelang dimulainya semester baru.

Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.T., S.E., MEng.I.E., MSCE, Ph.D, IPU, ASEAN.Eng., membuka kegiatan dengan mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan semester baru sebagai awal untuk memperkuat budaya kerja yang berlandaskan integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan vokasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga oleh komitmen seluruh insan kampus dalam menegakkan nilai-nilai yang telah disepakati bersama. 

Dalam arahannya, Direktur juga mengimbau seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyimpangan di era digital, termasuk bahaya judi online yang menjadi perhatian pemerintah. Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya disiplin melalui kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku sebagai bagian dari upaya menjaga integritas aparatur serta mewujudkan lingkungan kampus yang profesional, beretika, dan akuntabel. 

Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum, Ir. Iriandi Azwartika, Sp-1., mengingatkan pentingnya membangun kesadaran dalam memanfaatkan teknologi secara bijak di tengah pesatnya perkembangan era digital. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjauhi berbagai aktivitas yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas, termasuk praktik judi online yang menjadi perhatian pemerintah. Bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), dampak tersebut berlipat ganda. Keterlibatan dalam perjudian tidak hanya merusak kehidupan pribadi, tetapi juga meruntuhkan konsentrasi, menurunkan produktivitas, serta merusak integritas dan martabat instansi.

“Saat ini kita tidak bisa lagi menghindari digitalisasi. Jangan sampai kemudahan digital justru menjebak kita ke dalam judi online yang membawa dampak sangat serius,” ujar Wadir II.

Judi online bukan sekadar permainan atau hiburan sesaat, melainkan jebakan sistematis yang membawa dampak sangat serius. Wadir II menambahkan serangkaian dampak dari Judi Online, antara lain: 

  1. Kerugian Finansial & Jeratan Utang: Menguras tabungan pribadi, memicu keterlibatan dalam pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga menyebabkan kebangkrutan ekonomi.

  2. Gangguan Kesehatan Mental: Memicu kecanduan parah (addiction), tingkat stres yang tinggi, kecemasan berlebihan, hingga depresi.

  3. Kerusakan Hubungan Sosial & Keluarga: Merusak keharmonisan rumah tangga, memicu konflik internal, serta meruntuhkan rasa percaya dari keluarga dan kerabat.

  4. Penurunan Kinerja & Pelanggaran Disiplin: Mengganggu konsentrasi dan produktivitas kerja/belajar, meningkatkan risiko tindakan indisipliner, hingga berujung pada sanksi tegas instansi.

  5. Potensi Tindak Pidana Lanjutan: Mendorong seseorang melakukan aksi nekat seperti penipuan, penggelapan dana, atau tindakan kriminal lainnya demi mendapatkan modal taruhan.

“Oleh karena itu, kontrol penuh dalam memanfaatkan teknologi harus datang dari diri kita sendiri. Jangan biarkan masa depan, karir, dan keharmonisan keluarga hancur hanya karena godaan semu perjudian online,” pungkas Wadir II.

Selain itu, Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya disiplin melalui kepatuhan terhadap ketentuan kehadiran, pelaksanaan absensi, hingga administrasi cuti sesuai peraturan yang berlaku. Menurutnya, disiplin merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari integritas dan menjadi tanggung jawab seluruh sivitas akademika.

Menjelang dimulainya aktivitas akademik, Wakil Direktur I Bidang Akademik, Syamsul Bahri, S.Si., M.T., mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan untuk bersama-sama mengawal implementasi Peraturan Tata Tertib Kehidupan Mahasiswa (Pertikma). Ia menegaskan bahwa dosen dan tenaga kependidikan memiliki peran sebagai teladan dalam membangun karakter disiplin mahasiswa.

“Kita tegakkan aturan bersama untuk kita taati bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, sejumlah langkah telah dipersiapkan untuk mendukung terciptanya iklim akademik yang kondusif, di antaranya penerapan Pertikma secara konsisten, pengacakan kelas guna pemerataan kemampuan mahasiswa sekaligus mengantisipasi potensi perundungan, serta mendorong dosen untuk terus meningkatkan kinerja melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Umum, Dr. Wildan Herwindo, S.I.P., S.T., M.T., menyampaikan bahwa iklim kompetitif PUtech menunjukkan perkembangan yang baik, dan PUtech menyiapkan program apresiasi bagi dosen dan tenaga kependidikan berprestasi yang akan diberikan pada momentum Dies Natalis Desember mendatang. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan kontribusi dalam mendukung kemajuan institusi.

Melalui Coffee Morning ini, PUtech menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya kerja yang berlandaskan integritas, disiplin, dan profesionalisme. Dengan semangat kebersamaan, seluruh sivitas akademika diharapkan siap menyambut semester baru serta menghadirkan lingkungan pembelajaran yang berkualitas, tertib, dan mampu mencetak lulusan vokasi yang unggul.