PUtech

PUtech Raih Sertifikasi ISO 45001:2018, Perkuat Penerapan Sistem Manajemen K3

Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) kembali mencatatkan capaian dalam penguatan tata kelola institusi melalui perolehan SNI ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sertifikat tersebut secara resmi diserahkan oleh PT Akses Indonesia Cakrawala Perkasa (ACP) kepada PUtech pada 24 Juli 2026 sebagai bentuk pengakuan atas penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang telah memenuhi standar internasional. Pencapaian ini melengkapi tiga standar internasional yang telah dimiliki PUtech sebelumnya, yakni ISO 17025, ISO 21001, dan ISO 37001.

ISO 45001:2018 merupakan standar internasional yang menjadi acuan bagi organisasi dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Standar ini membantu organisasi mengidentifikasi potensi bahaya, mengelola risiko secara sistematis, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat melalui perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Bagi PUtech, penerapan Sistem Manajemen K3 memiliki arti penting karena selaras dengan karakter pendidikan vokasi yang menempatkan praktik sebagai inti pembelajaran. Sejak didirikan pada 2019, PUtech berfokus mencetak sumber daya manusia di bidang pekerjaan umum yang kompeten, profesional, berdaya saing, dan siap memasuki dunia kerja.

Hal tersebut diwujudkan melalui kurikulum yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan terintegrasi dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 5. Dari total 117 SKS yang ditempuh mahasiswa, sekitar 70 persen merupakan pembelajaran praktik dan 30 persen teori.

Proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di workshop, laboratorium, dan lapangan. Mahasiswa dibekali pengalaman menggunakan berbagai teknologi yang umum diterapkan di industri konstruksi, seperti Building Information Modeling (BIM), Terrestrial Laser Scanner (TLS), dan Geographic Information System (GIS). Seluruh aktivitas tersebut didukung oleh berbagai fasilitas, mulai dari laboratorium komputer, laboratorium gambar, laboratorium mekanika tanah, laboratorium bahan dan struktur, laboratorium hidrolika, hingga workshop praktik.

Dalam lingkungan pembelajaran yang didominasi aktivitas praktik, penerapan Sistem Manajemen K3 menjadi bagian penting untuk memastikan setiap kegiatan berlangsung secara aman, terencana, dan sesuai prosedur. Lebih dari itu, budaya keselamatan juga menjadi bekal yang perlu dimiliki mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja, khususnya pada sektor konstruksi dan infrastruktur yang menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas.

Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E., M.SCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengatakan bahwa perolehan sertifikasi ini merupakan hasil dari upaya institusi dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai standar internasional.

“PUtech berkomitmen untuk melaksanakan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai dengan standar ISO 45001:2018. Melalui kerja sama dan pendampingan dari PT ACP, PUtech telah berhasil memperoleh sertifikat SNI ISO 45001:2018,” ujarnya.

Dengan diraihnya ISO 45001:2018, PUtech kini memiliki empat sertifikasi ISO yang saling melengkapi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan. ISO 17025 menjadi standar kompetensi laboratorium pengujian, ISO 21001 mendukung sistem manajemen organisasi pendidikan, ISO 37001 memperkuat penerapan sistem manajemen antisuap, sedangkan ISO 45001 menjadi landasan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Perolehan sertifikasi ini tidak hanya menandai terpenuhinya sebuah standar internasional, tetapi juga memperkuat upaya PUtech dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, tertata, dan mendukung proses pembelajaran vokasi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi teknis sesuai kebutuhan industri, tetapi juga dibiasakan menerapkan budaya keselamatan sebagai bagian dari profesionalisme di dunia kerja.