











Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) resmi menyambut 441 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui Sidang Senat Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru yang digelar pada Senin (27/7) di Auditorium Soejono Sosrodarsono, Kampus 2 PUtech, Semarang.
Sidang Senat Terbuka dibuka oleh Ketua Senat PUtech, Prof. Ir. Indratmo Soekarno, M.Sc., Ph.D., dan dilanjutkan dengan pengukuhan mahasiswa baru oleh Direktur PUtech, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E., M.SCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum (BPSDM PU), Bisma Staniarto, S.T., M.Sc., jajaran pimpinan, anggota senat, sivitas akademika, mitra, tamu undangan, serta mahasiswa baru.
Dalam laporannya, Wakil Direktur I Bidang Akademik PUtech, Syamsul Bahri, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa PMB 2026 berlangsung sejak Januari hingga Juli melalui Jalur Prestasi Gelombang I, Jalur Prestasi Gelombang II, dan Jalur Umum.Dari beberapa ribu pendaftar yang mengikuti seluruh tahapan seleksi, termasuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan psikotes, sebanyak 441 mahasiswa dari 28 provinsi dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru PUtech. Mereka terdiri atas 151 mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung (TKBG), 150 mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan (TKJJ), serta 140 mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA).
Dalam sambutan Menteri Pekerjaan Umum yang dibacakan Kepala BPSDM PU, Bisma Staniarto, disampaikan bahwa mahasiswa baru merupakan bagian dari investasi strategis bangsa untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur. Saat ini, dari lebih dari 9,4 juta tenaga kerja sektor konstruksi, baru sekitar 5,8 persen yang memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja.
“Saudara bukan sekadar memulai pendidikan tinggi, tetapi menjadi bagian dari investasi strategis bangsa. Jadilah generasi pembangun yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan, membuka kesempatan, dan menghadirkan kesejahteraan,” demikian pesan Menteri Pekerjaan Umum.
Menteri juga menegaskan peran strategis PUtech dalam mendukung Asta Cita melalui transformasi PU608 dengan mencetak talenta konstruksi yang kompeten, berintegritas, adaptif terhadap teknologi, dan menjunjung prinsip keselamatan. Mahasiswa didorong membangun kompetensi, karakter, integritas, kedisiplinan, dan etos kerja, sekaligus menguasai teknologi seperti Building Information Modelling (BIM), kecerdasan artifisial (AI), Sistem Informasi Geografis (SIG), dan pemetaan digital.
Ketua Senat PUtech, Prof. Ir. Indratmo Soekarno, M.Sc., Ph.D., mengatakan meningkatnya jumlah mahasiswa baru setiap tahun menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap PUtech.
“Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Pembelajaran di PUtech didominasi praktik, termasuk pengalaman lapangan dan magang selama enam bulan, sehingga lulusan memiliki kompetensi sekaligus kesiapan memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Bisma Staniarto mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kompetensi, karakter, dan profesionalisme. Menurutnya, dukungan fasilitas dan tenaga pengajar di PUtech menjadi modal penting untuk mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Direktur PUtech, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E., M.SCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menambahkan bahwa komitmen mencetak lulusan unggul juga diwujudkan melalui penguatan tata kelola institusi.
“PUtech baru saja meraih sertifikasi ISO 45001 yang melengkapi sertifikasi ISO 17025, ISO 21001, dan ISO 37001. Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan mutu tata kelola, kualitas pembelajaran, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.