PUtech

PUtech Gelar International Seminar, Dorong Integrasi Keselamatan dan Keberlanjutan dalam Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur saat ini tidak lagi hanya dituntut selesai tepat waktu dan berkualitas. Di tengah perkembangan teknologi dan tantangan perubahan iklim, aspek keselamatan serta keberlanjutan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam setiap proses pembangunan.

Pesan tersebut mengemuka dalam International Seminar bertajuk “Integrating Sustainability and Safety in Future Construction: Innovations, Policies, and Practices” yang diselenggarakan Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech), Rabu (22/7). Digelar secara hybrid, seminar ini mempertemukan akademisi, praktisi, regulator, peneliti, hingga mitra internasional untuk berbagi pengalaman dan gagasan mengenai masa depan sektor konstruksi.

Membuka seminar, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum, Bisma Staniarto, S.T., M.Sc., menegaskan bahwa keberlanjutan dan keselamatan konstruksi kini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya mengandalkan teknologi maupun investasi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, tata kelola yang baik, serta budaya keselamatan yang kuat.

“Teknologi akan terus berkembang, tetapi keberhasilan pembangunan tetap ditentukan oleh kualitas manusianya. Karena itu, pendidikan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, serta industri menjadi faktor penting dalam menyiapkan tenaga konstruksi yang mampu menjawab tantangan masa depan,” ungkapnya.

Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.T., S.E., M.Eng.I.E., MSCE, Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengatakan seminar ini menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif dari dunia akademik, regulator, hingga praktisi konstruksi. Menurutnya, tantangan yang dihadapi sektor konstruksi saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan solusi yang dibangun melalui kolaborasi.

Sebagai First Smart Green Campus, PUtech terus mengintegrasikan prinsip keselamatan konstruksi dan keberlanjutan ke dalam proses pembelajaran, penelitian, maupun pengembangan laboratorium. Harapannya, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memiliki kepedulian terhadap aspek keselamatan dan lingkungan.

Pada sesi keynote, Brawijaya memaparkan materi “Efforts to Strengthen the Implementation of Construction Safety and Sustainability Five Years After the Regulation Was Enacted.” Ia menjelaskan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) di Indonesia terus mengalami perkembangan. Namun, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan PUtech terhadap sejumlah proyek konstruksi sejak 2025, masih ditemukan berbagai tantangan di lapangan.

Beberapa di antaranya adalah rendahnya pemahaman mengenai penerapan SMKK, keterbatasan alokasi anggaran keselamatan, hingga budaya keselamatan yang belum sepenuhnya menjadi bagian dari budaya kerja proyek. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa keselamatan konstruksi tidak cukup dipandang sebagai pemenuhan regulasi semata, tetapi harus menjadi nilai yang diterapkan dalam setiap proses pembangunan.

Di sisi lain, sejumlah proyek strategis nasional telah menunjukkan praktik baik melalui pemanfaatan teknologi digital, seperti SKOPIA, SPECTRE, dan HSE Dashboard, untuk mendukung pemantauan keselamatan secara lebih efektif. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan secara lebih luas, termasuk pada proyek konstruksi berskala menengah dan kecil.

Selain menghadirkan Brawijaya sebagai keynote speaker, seminar ini juga menghadirkan Indro Pantja Pramodo, S.T., M.T., Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, yang bergabung secara daring melalui Zoom. Sementara itu, pembicara internasional Shinji Yoshitsune dari Jepang turut menyampaikan paparannya secara daring, sedangkan Zhou Zhihua dari Tiongkok, Ast. Prof. Dr. Nadzirah Binti Zainordin, Ph.D. dari Malaysia, Ir. Ferry Hermawan, S.T., M.T., Ph.D., CSP., IPU., ASEAN Eng., serta Disaintina Ari Nusanti, S.T., M.M. berbagi pengalaman dan praktik terbaik mengenai inovasi, keselamatan, serta pembangunan konstruksi berkelanjutan.

Diskusi selama seminar dipandu oleh Muhammad Bagus Hari Santoso, S.T., M.Sc. dan Dr. Rizky Citra Islami, S.T., M.Sc., M.T. sebagai moderator. Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan dan diskusi yang berkembang sepanjang kegiatan, baik dari peserta yang hadir langsung di Kampus PUtech maupun yang mengikuti seminar secara daring.

Melalui penyelenggaraan seminar internasional ini, PUtech berharap dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi vokasi dalam mendorong lahirnya inovasi dan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin dinamis.