Penelitian
Analisis Debit Lingkungan Berdasarkan Ekosistem Di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo dan Daerah Aliran Sungai Cimanuk
Sungai Bengawan Solo di Indonesia merupakan daerah aliran sungai yang kritis dan
menghadapi tantangan lingkungan, termasuk banjir dan kekeringan pada musim
kemarau. Tantangannya berasal dari kemampuan daerah aliran sungai untuk menjaga
debit aliran yang cukup, menjaga keutuhan ekologi sungai. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi debit lingkungan (EF) untuk menjaga keseimbangan
ekologi di DAS Bengawan Solo Hulu melalui metode hidrologi. Percobaan dilakukan
dengan menilai berbagai parameter dari data observasi debit Ngadipiro dan model
curah hujan-limpasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks hidrologi
bervariasi secara signifikan. Nilai terkecil diperoleh dari metode Weibull minima
dengan indeks hidrologi 7Q10 untuk model Sacramento sebesar 0,06 m3 dan AWLR Ngadipiro sebesar 0,03 m3
Nilai terbesar diperoleh dari FDC Q90 untuk model Sacramento sebesar 0,98 m3 sedangkan AWLR Ngadipiro sebesar 1,05 m3
Semua variasi indeks hidrologi berada pada rentang yang sempit. Studi ini mengintegrasikan
kerangka kerja Sacramento dengan indeks hidrologi untuk mengatasi tantangan unik
di kawasan karst dan variabilitas musiman. Hasilnya memberikan kerangka kerja yang
dapat ditiru untuk penilaian EF di daerah aliran sungai tropis dan panduan praktis bagi
pembuat kebijakan untuk menyelaraskan integritas ekologi dengan kebutuhan sumber
daya air.