PUtech

Pengabdian

Perencanaan Jalan Lingkungan Berbasis Masyarakat di Kelurahan Kutabanjarnegara, Kabupaten Banjarnegara

Jalan merupakan salah satu instrumen penting dalam bidang transportasi, sebagai prasarana yang mendukung berjalannya pertumbuhan, mobilitas serta sebagai aksesibilitas masyarakat dalam mengakses fasilitas yang ada, seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan layanan publik lainnya. Penggunaan prasarana jalan harus diimbangi dengan tata kelola yang baik, dengan kondisi jalan yang baik dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Berdasarkan pemahaman yang telah diberikan, Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, Politeknik Pekerjaan Umum Semarang, memiliki kesadaran dan komitmen dalam mengembangkan, serta menyebarluaskan ilmu yang telah diberikan dalam institusi pendidikan di perguruan tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM), sebagai bentuk tanggung jawab dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi yang terdiri dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Perkerasan beton semen merupakan suatu struktur yang terdiri atas pelat beton semen yang bersambung (tidak menerus) tanpa tulangan atau dengan tulangan, menerus dengan tulangan yang terletak di atas lapis fondasi bawah atau tanah dasar, tanpa atau dengan lapis permukaan beraspal (MDP, 2024). Berdasarkan hasil analisa pada perencanaan jalan lingkungan berbasis masyarakat di Kelurahan Kutabanjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, untuk desain perkerasan yang digunakan adalah perkerasan beton semen bersambung tanpa tulangan (jointed unreinforced/plain concrete pavement/JPCP), dengan panjang rencana pengecoran 45 meter dan lebar jalan 2,5 meter serta tebal perkerasan 3–6 cm. Anggaran yang diperlukan untuk biaya material dan alat kerja sebesar Rp 6.905.000,00 (enam juta sembilan ratus lima ribu rupiah), lalu dengan komposisi campuran: PC:PS:KR = 1:2:3, didapatkan perkiraan mutu beton sebesar 15–20 MPa atau 150–200 kg/cm². Pemilihan jenis perkerasan kaku didasarkan atas status jalan yang merupakan jalan penghubung kawasan pemukiman di dalam desa, dimana untuk jalan ini tidak memikul beban lalu lintas yang besar. Pemilihan JPCP sebagai desain perkerasan juga didasarkan atas aspek ekonomis, karena biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah jika dibandingkan dengan jenis perkerasan kaku lainnya dengan bahan yang mudah didapatkan di toko bangunan.