






Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) menggelar Kuliah Tamu bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA) pada Jumat (10/4) pagi di Auditorium Kampus II. Kegiatan ini mengangkat tema “Ketahanan Sumber Daya Air untuk Mendukung Perwujudan Swasembada Pangan Nasional” sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan mahasiswa terhadap isu strategis pembangunan nasional.
Kuliah tamu menghadirkan Dr. Yunitta Chandra Sari, Kepala Sekretariat Dewan Sumber Daya Air Nasional (DSDAN), yang memberikan pemaparan terkait kebijakan dan strategi pengelolaan sumber daya air (SDA) di Indonesia. Dewan Sumber Daya Air Nasional merupakan lembaga koordinatif tingkat nasional yang bertugas merumuskan kebijakan, memberikan arahan, serta mengoordinasikan pengelolaan sumber daya air secara terpadu dan berkelanjutan. DSDAN juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga unsur masyarakat, guna memastikan pemanfaatan sumber daya air yang adil, berwawasan lingkungan, dan mendukung pembangunan nasional.
Wakil Direktur II PUtech, Ir. Iriandi Azwartika, Sp-1., yang dalam kesempatan ini mewakili Direktur PUtech, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E., MSCE, Ph.D.,
IPU., ASEAN.Eng., dalam sambutannya, disampaikan bahwa tema yang diangkat memiliki keterkaitan erat dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan kemandirian bangsa. Ketersediaan dan keberlanjutan sumber daya air menjadi faktor kunci dalam mendukung sistem produksi pangan, mulai dari keberlangsungan irigasi hingga mitigasi risiko bencana seperti banjir dan kekeringan.
Dalam sesi materi, Dr. Yunitta mengajak mahasiswa untuk melihat isu SDA dari sudut pandang strategis, tidak hanya dari aspek teknis semata. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya air di Indonesia memiliki dasar hukum yang kuat sebagai pedoman dalam pemanfaatan, pengendalian, dan pelestarian air guna sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Lebih lanjut, ia memaparkan keterkaitan erat antara ketahanan SDA dengan agenda Asta Cita, di mana air menjadi elemen penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Indonesia, menurutnya, memiliki potensi sumber daya air yang besar, namun tantangan utama terletak pada distribusi, ketersediaan, serta pemanfaatannya yang belum merata.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga didorong untuk mengambil peran sebagai generasi muda yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu berpikir kritis, inovatif, dan adaptif terhadap tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis air. Mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan.
Melalui kuliah tamu ini, PUtech berupaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemangku kebijakan, sekaligus membekali mahasiswa dengan wawasan komprehensif dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional melalui pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.