


Dunia digital telah menjadi ruang baru untuk berinteraksi, membangun relasi, dan memperluas jejaring sosial. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko kejahatan digital yang perlu disikapi dengan kewaspadaan, salah satunya adalah love scamming. Modus penipuan ini memanfaatkan kedekatan emosional dan rasa percaya sebagai sarana untuk merugikan korban. Jangan sampai rencana masa depanmu yang cerah terhambat oleh drama berkedok asmara di dunia digital.
Love scamming umumnya diawali dengan komunikasi yang tampak wajar dan menyenangkan. Pelaku membangun hubungan secara perlahan, menunjukkan perhatian berlebihan, serta menciptakan ikatan emosional yang kuat. Dalam kondisi tersebut, korban kerap terdorong untuk menuruti permintaan tertentu, mulai dari pengiriman data pribadi hingga bantuan finansial, tanpa menyadari bahwa situasi yang dihadapi merupakan bagian dari skema penipuan.
Berbagai kajian di bidang psikologi dan keamanan digital menunjukkan bahwa love scamming memanfaatkan rasa penasaran, empati, serta kebutuhan akan penerimaan. Dampaknya tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan psikologis, menurunnya kepercayaan diri, serta gangguan konsentrasi. Bagi mahasiswa, kondisi ini berpotensi memengaruhi keberlangsungan studi, perencanaan karier, dan kesiapan menghadapi masa depan.
Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk bersikap bijak dalam berinteraksi di dunia digital. Kewaspadaan terhadap identitas anonim, kehati-hatian dalam membagikan informasi pribadi, serta kemampuan mengendalikan emosi menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya love scamming. Menghentikan komunikasi yang mencurigakan dan mencari pendapat pihak terpercaya merupakan bentuk perlindungan diri yang perlu dibiasakan.
Sebagai institusi pendidikan, Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) berkomitmen untuk terus mengedukasi dan mendampingi mahasiswa dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat. Apabila menemukan indikasi love scamming atau mengalami ketidaknyamanan dalam interaksi digital, mahasiswa diimbau untuk segera memanfaatkan layanan pendampingan dan pelaporan yang tersedia di lingkungan kampus.
Kewaspadaan dan kebijaksanaan dalam bersikap di ruang digital merupakan investasi penting untuk menjaga masa depan.
PUtech memiliki Unit Kemahasiswaan dan Care Support & Treatment (UK-CST) sebagai ruang aman bagi mahasiswa untuk berbagi dan mendapatkan pendampingan. Melalui UK-CST, mahasiswa dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari konsultasi kegiatan kemahasiswaan, laporan dan aduan, Curhat, Aspirasi, dan Saran (CAS), pendampingan organisasi mahasiswa, hingga layanan konseling yang ditangani oleh tenaga profesional. Seluruh layanan ini tersedia secara gratis.
UK-CST dapat diakses secara langsung di Gedung UKM Student Centre Lantai I Kampus Politeknik Pekerjaan Umum, maupun secara daring melalui SAPA UK-CST. UK-CST hadir untuk mendampingi mahasiswa, bukan hanya saat menghadapi masalah, tetapi juga dalam proses tumbuh, belajar mengenali diri, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.