PUtech

Literasi Digital untuk Mewujudkan Lingkungan Kampus yang Aman dan Sehat

Ruang digital saat ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kemudahan akses informasi dan komunikasi, terdapat tantangan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Berbagai laporan media nasional menunjukkan bahwa aduan terkait judi daring, pornografi, perundungan, dan kekerasan seksual masih mendominasi pengaduan yang diterima oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Kondisi ini menegaskan bahwa ruang digital menyimpan risiko nyata jika tidak digunakan secara bijak.

Salah satu isu yang patut diwaspadai adalah pornografi. Konten ini tidak hanya berdampak pada aspek psikologis, tetapi juga kerap dimanfaatkan sebagai pintu masuk berbagai ancaman digital, termasuk scam dan kejahatan siber. Dalam banyak kasus, paparan pornografi tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan praktik penipuan yang memanfaatkan rasa penasaran pengguna.

Modus yang sering terjadi antara lain penyebaran tautan mencurigakan, pesan dari akun anonim, hingga pop-up palsu yang mengarahkan pengguna ke situs berbahaya. Satu klik yang terlihat sepele dapat berujung pada pencurian data pribadi, peretasan akun, pemerasan digital, hingga gangguan kesehatan mental. Risiko ini menunjukkan bahwa ancaman di ruang digital sering kali datang secara perlahan dan tidak selalu disadari sejak awal.

Dampak dari ancaman tersebut tidak hanya menyentuh aspek keamanan data, tetapi juga dapat memengaruhi integritas diri, konsentrasi belajar, serta kualitas interaksi sosial. Oleh karena itu, kemampuan untuk memilah konten, menjaga batasan digital, dan meningkatkan literasi keamanan siber menjadi keterampilan penting di era media sosial.

Menyikapi tantangan tersebut, dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan kebiasaan digital yang sehat. Lingkungan kampus diharapkan tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ekosistem yang mendukung kesejahteraan mental dan keamanan digital seluruh sivitas akademika. Pendekatan preventif, edukatif, dan suportif menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ruang digital yang terus berkembang.

Pada akhirnya, bijak bermedia digital bukan sekadar pilihan individu, melainkan tanggung jawab bersama. Upaya pencegahan dapat dimulai dari langkah menerapkan hidup BERSIH; Bentengi diri, Eliminasi konten negatif, Rancang aktivitas online dengan bijak, Sibukkan diri dengan hal positif, Ingat lingkungan sehat dan Hubungi bantuan profesional bila perlu.

Kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap konten negatif seperti pornografi dan memahami keterkaitannya dengan ancaman scam digital, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat membangun ruang digital yang lebih aman, sehat, dan produktif.