PUtech

Kualitas SDM Jadi Kunci Pembangunan, PUtech Semarang Bekali Mahasiswa Berbagai Sertifikasi

Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia (SDM) di baliknya. Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) Semarang mengambil peran penting dalam mendukung Asta Cita dan program prioritas PU608 dengan menyelenggarakan berbagai uji sertifikasi kompetensi, termasuk Sertifikasi Supervisor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi jenjang 5 bagi 196 peserta, yang berlangsung pada Selasa (26/8) hingga Jumat (29/8) di Auditorium PUtech, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Langkah ini tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga membentuk SDM konstruksi yang sadar keselamatan, berintegritas, dan siap bersaing di era global. Sertifikasi ini juga menjadi upaya penjaminan mutu kompetensi sekaligus mengurangi risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan konstruksi, yang diharapkan akan memperlancar pembangunan infrastruktur.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Boby Ali Azhari, menekankan bahwa program ini bertujuan mencetak SDM muda yang memahami K3 sejak dini. “Dengan demikian, semakin memperluas kesempatan memperoleh pekerjaan sekaligus mengurangi angka kemiskinan,” ujarnya saat membuka acara. 

Sebagaimana diketahui, dalam mewujudkan Asta Cita, Kementerian PU menetapkan PU608 sebagai program prioritas, yaitu: ICOR di bawah 6, Pengentasan kemiskinan mendekati 0%, dan pertumbuhan ekonomi di atas 8%. Diingatkan juga oleh Dirjen Bina Konstruksi bahwa kepemilikan sertifikat kompetensi juga menjadi kewajiban yang telah diamanatkan pada UU Jasa Konstruksi Nomor 2 Tahun 2017, serta sebagai bentuk quality assurance/penjaminan mutu atas kompetensi yang dimiliki.

Tidak hanya itu, sertifikat ini digunakan pula untuk melindungi tenaga kerja konstruksi lokal, agar dapat bersaing menghadapi masuknya tenaga kerja konstruksi asing ke Indonesia. “Saya berharap, kalian tidak hanya memahami konsep K3, tetapi juga mampu mempraktikkannya. Jadilah agen perubahan. Jadilah generasi konstruksi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peka terhadap K3 dan berintegritas tinggi”, tegas Boby Ali Azhari.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri di bawah Kementerian PU, PUtech Semarang terus menjalankan komitmennya dalam menghadirkan SDM tangguh dan unggul. PUtech menawarkan tiga program studi yang sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional, antara lain; D3 Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung (TKBG), D3 Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA) dan D3 Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan (TKJJ).

Selain sertifikasi Supervisor K3 Konstruksi, agenda uji sertifikasi yang berlangsung selama tiga hari ini juga mencakup sertifikasi dengan kualifikasi teknis/analis. Sebanyak 73 mahasiswa prodi TKBA mengikuti uji kompetensi Pelaksana Lapangan Pekerjaan Saluran Irigasi Madya dan Teknisi Survei Terestris jenjang 5, kemudian 60 mahasiswa prodi TKJJ yang mengikuti sertifikasi Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan Madya dan Teknisi Survei Terestris jenjang 5, dan terakhir 63 mahasiswa prodi TKBG mengikuti uji kompetensi Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung Madya dan Pengawas Pekerjaan Struktur Bangunan Gedung Madya jenjang 5.

Fokus PUtech tidak hanya pada kompetensi akademis, melainkan juga pada pembelajaran komprehensif dan aplikatif. Mahasiswa didukung fasilitas modern berstandar internasional, laboratorium, gedung workshop, perpustakaan, asrama, hingga ruang multimedia. Berbekal sertifikasi yang diperoleh, mahasiswa PUtech siap menjadi tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan siap berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.