PUtech

PUtech Gandeng Akademisi dan DUDIKA untuk Perkuat Kurikulum Pendidikan Vokasi

Dunia konstruksi terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks. Di tengah perubahan tersebut, kurikulum pendidikan vokasi tidak lagi cukup dipertahankan apa adanya, tetapi perlu terus ditinjau agar mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Berangkat dari semangat itu, Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) menggelar Workshop Review Kurikulum pada 24–26 Juni 2026 di Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah V Yogyakarta. Forum ini mempertemukan akademisi, dunia usaha, dunia industri, dunia kerja (DUDIKA), dan pemerintah untuk bersama-sama menyusun arah pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan sektor konstruksi.

Workshop diawali dengan sambutan Kepala Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah V Yogyakarta, Muhammad Nizar, S.E., M.T., selaku tuan rumah, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU, Bisma Staniarto, S.T., M.Sc. Forum ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan Dosen PUtech, akademisi, pakar kurikulum, serta perwakilan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) sebagai mitra dalam penyusunan kurikulum yang lebih selaras dengan kebutuhan sektor konstruksi.

Dalam arahannya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU, Bisma Staniarto, S.T., M.Sc., menegaskan bahwa kurikulum memiliki peran penting dalam membentuk lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur nasional.

“Lulusan Politeknik PU harus memiliki kompetensi yang jelas dan mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan infrastruktur nasional. Oleh karena itu, Politeknik PU perlu membuka diri terhadap berbagai perubahan. Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama menyerap masukan konkret dari pihak DUDIKA, akademisi, serta pemerintah untuk menyempurnakan kurikulum masa depan,” ujar Bisma.

Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.E., MEng.I.E., MSCE, Ph.D, IPU, ASEAN Eng., menjelaskan bahwa kegiatan Review Kurikulum ini merupakan bagian dari komitmen PUtech dalam menjaga kualitas pendidikan vokasi agar tetap selaras dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, serta kebijakan pendidikan tinggi. Menurutnya, kurikulum yang baik menjadi fondasi penting dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), digitalisasi proses konstruksi, hingga penerapan konsep green construction menjadi alasan mengapa pembaruan kurikulum perlu dilakukan secara berkala. Melalui penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), PUtech berupaya memastikan setiap mata kuliah mampu membekali mahasiswa dengan capaian pembelajaran yang relevan dan terukur, sekaligus mendukung target peningkatan lulusan kompeten sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) PUtech 2025–2029.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi berdasarkan tiga Program Studi Diploma III, yaitu Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA), Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung (TKBG), dan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan (TKJJ). 

Melalui forum tersebut, para peserta menyusun sejumlah rekomendasi yang akan menjadi dasar pengembangan kurikulum PUtech ke depan. Rekomendasi tersebut mencakup penyepakatan profil lulusan bersama para pemangku kepentingan, penyusunan kompetensi prioritas yang sesuai dengan kebutuhan industri konstruksi, penguatan praktik kerja lapangan dan sertifikasi kompetensi mahasiswa, serta penguatan kemitraan berkelanjutan antara PUtech dengan DUDIKA dalam pengembangan kurikulum.