

Himpunan Mahasiswa Teknologi Konstruksi Bangunan Air (HMTKBA) Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) menggelar aksi sosial bertajuk “Biopori & Kompos untuk Negeri” di pemukiman Dempel Lor RT 02 RW 14, Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang. Aksi ini diinisiasi sebagai respons nyata mahasiswa terhadap tantangan lingkungan perkotaan, khususnya dalam mengelola sampah organik rumah tangga dan mengantisipasi genangan air.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Wakil Direktur I PUtech, Ketua Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA), serta tokoh masyarakat setempat. Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, HMTKBA menghadirkan dosen PUtech, Hendra Adi Wijaya, S.T., M.T., sebagai pemateri utama.
Solusi Murah di Tengah Menyusutnya Lahan Resapan
Dalam paparannya, Hendra menjelaskan bahwa pesatnya pembangunan perkotaan kerap berdampak pada berkurangnya area resapan air, yang memicu genangan sekaligus menurunkan cadangan air tanah. Di saat yang sama, pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal masih menjadi persoalan bersama.
Sebagai solusi, warga diperkenalkan pada teknologi lubang resapan biopori. Metode ini dinilai ramah lingkungan, berbiaya murah, dan mudah diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
“Selain efektif meningkatkan daya resap tanah untuk mengurangi genangan, lubang biopori ini sekaligus berfungsi sebagai wadah pengomposan alami,” ujar Hendra di hadapan warga.
Melalui sistem ini, sampah organik harian seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering, hingga ampas kopi dapat langsung dimasukkan ke dalam lubang untuk diolah menjadi kompos yang menyuburkan tanah.
Praktik Langsung dan Komitmen Warga
Tidak sekadar teori, warga juga diajak langsung mempraktikkan tahapan pembuatan biopori. Edukasi dimulai dari penentuan lokasi yang tepat, teknik pengeboran tanah, pemasangan pipa pelindung, hingga tata cara pengisian dan perawatan lubang secara berkala. Di sela-sela praktik, mahasiswa juga menyelipkan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari dapur rumah.
Wakil Direktur I PUtech, Syamsul Bahri, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan peran aktif perguruan tinggi dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, solusi sederhana seperti biopori dapat menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Ketua Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA), Andi Patiroi, S.T., M.Eng., menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang penting untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Antusiasme warga terlihat sepanjang acara. Pada sesi diskusi, warga aktif berkonsultasi mengenai permasalahan lingkungan yang mereka hadapi sehari-hari, khususnya terkait penanganan limpasan air hujan di lingkungan pemukiman. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab, pembagian doorprize, foto bersama serta komitmen untuk bersama merawat lingkungan.