





Mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA), Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) Semarang, melaksanakan kuliah lapangan di Bendungan Jlantah, Kabupaten Karanganyar, pada 13–14 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Estimasi Biaya dan Quantity Surveyor Bangunan Air, sekaligus wujud nyata penguatan pembelajaran vokasi berbasis praktik.
Bersama para dosen pendamping, mahasiswa melakukan pengamatan langsung di area bendungan serta diskusi teknis di lapangan. Salah satu perwakilan mahasiswa, Kiki Putra, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini mahasiswa melakukan pengukuran langsung untuk mengonversi dimensi bangunan menjadi volume, kemudian menyusun estimasi rencana anggaran biaya (RAB) secara sederhana berdasarkan kondisi nyata di lapangan — sebuah proses yang melatih keterampilan quantity take-off, kemampuan inti yang sangat dibutuhkan dalam industri konstruksi.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga mengidentifikasi dan mempelajari berbagai komponen utama bendungan secara langsung, mulai dari main dam, pipa penstock, outlet works, bangunan hidromekanikal, intake, hingga spillway. Pengamatan ini memberikan pemahaman yang jauh lebih mendalam dibandingkan penjelasan di ruang kelas semata.
Mahasiswa lainnya, Indra Cahya, mengungkapkan bahwa Bendungan Jlantah memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar infrastruktur irigasi. Selain mendukung penyediaan air baku, bendungan ini juga memanfaatkan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 0,625 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta memiliki potensi sebagai kawasan pariwisata.
Secara teknis, Bendungan Jlantah merupakan bendungan bertipe urugan tanah dengan luas genangan ±50,5 hektare dan kapasitas tampungan ±10.970.000 m³. Infrastruktur ini mendukung irigasi seluas 1.494 hektare, menyuplai air baku sebesar 0,15 liter per detik, serta mereduksi banjir hingga 70,36 m³ per detik.
Pada kuliah lapangan ini PUtech bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang infrastruktur sumber daya air. Melalui kegiatan ini, mahasiswa TKBA PUtech tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja di bidang konstruksi dan pengelolaan sumber daya air.