



Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang inklusif melalui penguatan peran perempuan di sektor infrastruktur. Komitmen ini salah satunya tercermin dalam penyelenggaraan PAVE Achievement Ceremony yang digelar bersama Kemitraan Indonesia–Australia untuk Infrastruktur di Jakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Australia Gita Kamath, serta Senior Director Human Capital Danantara Wiwik Wahyuni. Turut hadir pula 30 perempuan pemimpin dari berbagai unit kerja Kementerian PU yang tergabung dalam PAVE Women Leaders.
Digelar dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi capaian program PAVE dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan perempuan di sektor infrastruktur, termasuk di lingkungan Kementerian PU dan BUMN.
Dalam sambutannya, Diana Kusumastuti menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu menghadirkan keadilan akses dan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Penerapan prinsip kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI) menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pembangunan.
Melalui kolaborasi dengan KIAT, berbagai inisiatif terus dikembangkan, termasuk program PAVE yang berfokus pada peningkatan keterwakilan perempuan dalam posisi kepemimpinan dan manajemen.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran Srikandi PU dan Program Larasati Infrastruktur sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring kepemimpinan perempuan serta mendorong pengembangan kapasitas perempuan di sektor infrastruktur. Inisiatif ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat peran perempuan dalam pengambilan keputusan serta memperluas kontribusi mereka dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Kementerian PU sendiri terus mendorong peningkatan keterlibatan perempuan dalam sektor infrastruktur. Pada tahun 2024, jumlah pegawai perempuan di Kementerian PU mencapai sekitar 35 persen dari total pegawai, meningkat dari 31 persen pada tahun 2020. Sementara pada rekrutmen CPNS tahun 2025, sebanyak 46 persen dari pegawai yang diterima merupakan perempuan.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa sektor infrastruktur di Indonesia semakin terbuka bagi perempuan untuk berkontribusi, termasuk dalam posisi kepemimpinan. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra pembangunan, Kementerian PU berharap upaya mendorong kepemimpinan perempuan di sektor infrastruktur dapat terus diperkuat guna mendukung pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Upaya tersebut menunjukkan hasil yang positif. Pada tahun 2024, jumlah pegawai perempuan di Kementerian PU mencapai sekitar 35 persen, meningkat dari 31 persen pada tahun 2020. Sementara pada rekrutmen CPNS 2025, sebanyak 46 persen pegawai yang diterima merupakan perempuan.
Sejalan dengan hal tersebut, Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) turut berperan dalam menyiapkan generasi muda, termasuk mahasiswi, agar siap berkontribusi dan mengambil peran strategis di sektor infrastruktur. Melalui pendidikan vokasi yang aplikatif dan berbasis kebutuhan industri, PUtech terus mendorong lahirnya talenta perempuan yang kompeten dan siap mendukung pembangunan nasional.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, mitra pembangunan, dan institusi pendidikan diharapkan semakin memperkuat keterlibatan perempuan dalam sektor infrastruktur, guna mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.