





Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) memperingati Nuzulul Qur’an bersama UKM Rohis Majma’ Al-Khair di Auditorium Soejono Sosrodarsono pada Kamis (5/3). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan diikuti oleh pimpinan serta seluruh sivitas akademika sebagai momentum untuk merefleksikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kesibukan akademik.
Sebelum kajian dimulai, acara diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh mahasiswa dengan melantunkan Surah Al-Baqarah ayat 183–186. Ayat tersebut berisi tentang perintah berpuasa di bulan Ramadan serta pengingat bahwa Allah senantiasa dekat dengan hamba-Nya yang berdoa dan memohon petunjuk.
Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E, MSCE, Ph.D.IPU, ASEAN.Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi momen yang memberikan kesejukan di tengah padatnya aktivitas akademik di lingkungan kampus. Ia berharap suasana Ramadan dapat dimaknai sebagai waktu untuk memperkuat spiritualitas serta menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Di tengah kesibukan kegiatan akademik, momentum seperti ini menghadirkan kesejukan bagi kita semua. Semoga Ramadan tahun ini menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal kebaikan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.
Dalam tausiyah bertema “Hikmah Turunnya Al-Qur’an”, Ustadz Roni Abu Aisyah mengawali dengan menyampaikan makna keberkahan dalam kehidupan seorang muslim. Menurutnya, keberkahan bukan sekadar tentang banyaknya sesuatu, melainkan kebaikan yang terus bertambah dan menetap dalam kehidupan. “Keberkahan adalah kebaikan yang banyak dan menetap,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan karena di dalamnya Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Peristiwa Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab yang dibaca, tetapi juga pedoman hidup yang membimbing manusia dalam menjalani berbagai ujian kehidupan.
Menurutnya, kehadiran Ramadan sering membawa perubahan suasana yang terasa di tengah masyarakat. Masjid menjadi lebih hidup, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an semakin sering terdengar, dan banyak orang terdorong untuk memperbanyak ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah. Hal tersebut, kata Ustadz Roni, merupakan salah satu bentuk keberkahan Ramadan yang menghadirkan ketenangan dan semangat spiritual bagi umat Islam.
Menurutnya, Al-Qur’an sebagai pedoman hidup mengajarkan bahwa dunia merupakan tempat ujian. Namun dengan iman yang kuat dan nilai-nilai Al-Qur’an yang tertanam dalam hati, seseorang dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan bahagia.
Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika untuk memanfaatkan momentum Ramadan dan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan diri dengan Al-Qur’an. Tidak hanya dengan membaca, tetapi juga memahami maknanya serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Al-Qur’an dapat benar-benar menjadi pedoman dalam bersikap, belajar, maupun bekerja.
“Bacalah Qur’an walau terbata. Bacalah terjemahannya agar kita bisa memaknainya. Tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.