



Mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA) Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) Angkatan 25 baru saja menyelesaikan Praktikum Hidrologi lapangan di Sungai Penggaron, Demak. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mencetak tenaga ahli yang tidak hanya memiliki kompetensi berbasis teori, tapi juga tangguh di lapangan.
Kegiatan lapangan ini dibimbing langsung oleh dosen pembimbing Elang Timur Muhammad Patih Ragananda, M.T., serta didampingi oleh tim laboran ahli, Taufiq Ragil Ramadhan, A.Md. dan Haidarrikza Achmad Risdamara, A.Md.T. Kehadiran para pembimbing memastikan setiap prosedur pengambilan data dilakukan secara presisi sesuai standar teknis pekerjaan umum.
Secara teknis, hidrologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari siklus air di bumi, mulai dari pergerakan, distribusi, hingga kualitasnya, baik di atas maupun di bawah permukaan tanah. Dalam dunia konstruksi bangunan air, ilmu hidrologi menjadi fondasi utama karena berkaitan erat dengan kuantitas air yang harus dikelola agar tetap seimbang dan bermanfaat bagi kehidupan serta lingkungan sekitar.
Salah satu fokus utama adalah mengukur kecepatan arus di berbagai titik menggunakan alat Current Meter. Data kecepatan arus ini sangat krusial untuk menghitung debit air, yaitu volume air yang mengalir setiap detiknya. Akurasi data debit air ini nantinya akan menjadi acuan utama dalam merancang bangunan air yang aman dan fungsional, seperti bendungan atau tanggul.
Tak hanya soal air, para mahasiswa juga melakukan analisis terhadap material yang terbawa oleh arus. Dengan menggunakan alat Grabber, mereka mengambil sampel dari dasar sungai (sedimen dasar) serta sampel sedimen layang yang terbawa aliran.
Sedimen (lumpur/pasir) yang terlalu banyak bisa menyebabkan sungai dangkal atau waduk cepat penuh. Dengan mengambil sampel sedimen dasar dan layang, mahasiswa bisa memprediksi seberapa cepat pendangkalan akan terjadi dan bagaimana cara mengatasinya agar fungsi pengairan tetap berjalan.