



Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) menggelar puncak acara The 1st Lean Construction Competition pada Jumat (13/02) di Auditorium Soejono Sosrodarsono, Kampus 2 Politeknik Pekerjaan Umum. Kompetisi berskala nasional ini mengusung tema “Lean Construction” sebagai respons terhadap tantangan efisiensi dan transformasi digital di sektor infrastruktur Indonesia.
Tingginya minat peserta terlihat dari total 198 tim pendaftar, terdiri atas 101 tim dari jenjang perguruan tinggi dan 97 tim dari tingkat SMA/sederajat. Setelah melalui proses seleksi sejak rilis studi kasus pada Desember 2025, sebanyak 14 tim mahasiswa dan 7 tim siswa berhasil lolos sebagai finalis dan berkompetisi di babak final.
Sejak pagi, suasana auditorium dipenuhi finalis, dosen pendamping, serta tamu undangan. Masing-masing tim mempresentasikan hasil analisis studi kasus, strategi perencanaan proyek, serta pendekatan efisiensi berbasis prinsip Lean Construction di hadapan dewan juri.
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dan kompetitif. Para peserta mempertahankan argumentasi serta solusi yang ditawarkan secara sistematis, menunjukkan pemahaman mendalam terhadap manajemen operasi konstruksi dan optimalisasi sumber daya proyek.
Daftar Lengkap Pemenang The 1st Lean Construction Competition PUtech 2026
Setelah melalui proses penilaian yang ketat dan penuh pertimbangan, panitia akhirnya tiba pada momen yang paling dinantikan seluruh finalis, yakni pengumuman pemenang di setiap kategori. Suasana auditorium mendadak hening saat satu per satu nama tim terbaik dibacakan.
Pada Kategori Perguruan Tinggi, Juara 1 berhasil diraih oleh Tim JEMARAN dari Politeknik Astra. Posisi Juara 2 ditempati oleh Tim CIVILLIUM dari Universitas Gadjah Mada. Sementara itu, Juara 3 diraih oleh Tim Ziphora Bimension dari Politeknik Negeri Jakarta. Pengumuman tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para peserta yang memenuhi ruangan Auditorium Soejono Sosrodarsono.
Sebagai Juara 1 kategori Perguruan Tinggi, tim JEMARAN dari Politeknik Astra tidak hanya menerima piala kejuaraan, tetapi juga berhak membawa pulang Piala Bergilir Kepala BPSDM PU sebagai simbol prestasi tertinggi dalam kompetisi ini.
Anggi D. Tamba, salah satu anggota tim JEMARAN, mengungkapkan rasa syukurnya usai dinyatakan sebagai Juara 1 kategori Perguruan Tinggi. Ia mengaku bangga atas capaian timnya dan menantikan Lean Construction Competition berikutnya.
“Senang sekali rasanya berhasil meraih juara satu. Kami tunggu lomba Lean Construction di tahun depan,” ujarnya penuh semangat.
Pada kategori SMA/SMK, suasana semakin terasa tegang saat nama para pemenang mulai diumumkan. Juara 1 diraih NEXARC-256, oleh Nur Arifatul Husna dari SMK Negeri 7 Semarang. Disusul Juara 2 tim TIM LEVI oleh Andre Pahlevi dari SMK Negeri 2 Banjar. Sementara itu, Juara 3 diraih ALMAMATER IDAMANKU yang dipresentasikan Satriya Wahyu Perdhana dari SMK Negeri 1 Geneng.
Pada Kategori Terinovatif, penghargaan diberikan kepada tim iyahh h-nya 2 dari Universitas Kristen Maranatha atas pendekatan solusi yang dinilai segar oleh dewan juri.
Pesan Juri Kehormatan: Lean Construction sebagai Fondasi Masa Depan
Menutup rangkaian The 1st Lean Construction Competition 2025, Juri Kehormatan kompetisi, Prof. Ir. Muhamad Abduh, Guru Besar Manajemen Operasi Konstruksi Institut Teknologi Bandung (ITB), menyampaikan bahwa kompetisi ini bukan semata-mata tentang meraih kemenangan, melainkan tentang membangun pola pikir baru dalam industri konstruksi. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap prinsip lean dan keberlanjutan yang dipelajari para peserta hari ini akan menjadi bekal penting bagi masa depan sektor infrastruktur.
Ia pun menyampaikan optimismenya terhadap generasi muda yang hadir dalam kompetisi tersebut. “Insyaallah, 25 tahun yang akan datang, mahasiswa dan pelajar yang ada di ruangan inilah yang akan membuat konstruksi kita menjadi lebih baik,” ujarnya, menutup rangkaian acara dengan pesan penuh harap.
Melalui penyelenggaraan Lean Construction Competition, Politeknik Pekerjaan Umum terus berkomitmen dalam mendorong inovasi, efisiensi, serta penguatan kompetensi generasi muda di bidang konstruksi.
Kompetisi ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus melahirkan talenta unggul dan solusi inovatif bagi pengembangan infrastruktur Indonesia yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.