PUtech

Mahasiswa PUtech Raih Juara 2 Kompetisi Nature-Based Solutions Tingkat Nasional

Perjalanan dari sebuah ide sederhana hingga berbuah prestasi nasional berhasil ditorehkan oleh dua mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA) Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech), Dimas Ilham Jazila dan Zahiya Aqiila Putri Ismail. Keduanya sukses meraih Juara 2 tingkat Nasional dalam ajang Nature-Based Solutions for Water Resources Infrastructure Idea Competition yang diselenggarakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda.

Melalui poster berjudul “Pentahelix Collaboration by Integrating Green-Grey Infrastructure for Risk Management in Semarang,” Dimas dan Zahiya mengangkat gagasan pengendalian banjir perkotaan dengan memadukan solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions) dan infrastruktur konvensional. Pendekatan ini diarahkan untuk tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Masalah banjir di Kota Semarang yang dipicu oleh penurunan muka tanah, terbatasnya kapasitas sungai, minimnya ruang terbuka hijau, hingga ancaman rob di wilayah pesisir menjadi latar belakang utama gagasan mereka. Untuk menjawab tantangan itu, mereka merancang solusi terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari mangrove, sand nourishment, beton porous, drainase ekologis, water square, hingga penguatan vegetasi dan sistem resapan air.

Seluruh ide tersebut dikemas dalam konsep kolaborasi Pentahelix, yang melibatkan peran pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Lewat pendekatan ini, mahasiswa diajak untuk tidak hanya berpikir teknis, tetapi juga memahami pentingnya kerja sama lintas sektor dalam pengelolaan sumber daya air. Hasilnya terlihat dari poster-poster yang informatif, kreatif, dan kaya gagasan yang ditampilkan dalam kompetisi tersebut.

Di balik capaian ini, peran Dosen Pembimbing, Muhammad Bagus Hari Santoso, S.T., M.Sc, menjadi sosok penting yang terus mendampingi sejak awal perumusan ide hingga penyusunan poster yang matang dan komunikatif.

Dimas mengungkapkan, awalnya ia hanya memiliki ide di kepala tanpa tahu bagaimana cara mengembangkannya.

“Waktu lihat lomba NbS ini, yang kepikiran cuma sebatas ide, tapi bingung mau dikembangkan ke mana. Alhamdulillah aku ketemu partner yang jago desain dan punya pemikiran kritis. Dari situ ide kami mulai kebentuk sampai akhirnya bisa dapat Juara 2. Terima kasih juga untuk Bapak Dosen Pembimbing yang terus mendampingi kami,” ceritanya.

Bagi Zahiya, kompetisi ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti lomba selama kuliah.

“Ini first time aku ikut lomba di kuliah, jujur rasa takutnya besar banget. Tapi karena punya partner yang ambisius, aku jadi ikut terdorong buat berani. Alhamdulillah juga dibimbing dosen yang baik dan keren, yang ngebantu banget dalam nyusun poster NbS ini. Dan ya, akhirnya Juara 2 ada di tangan kami,” ujarnya dengan antusias.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini memberi banyak manfaat bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya menambah wawasan teknis, tetapi juga belajar berpikir kreatif, bekerja dalam tim, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa dari ruang-ruang belajar di PUtech, ide-ide sederhana bisa tumbuh menjadi solusi nyata untuk masa depan infrastruktur yang lebih hijau dan berkelanjutan.