PUtech

Pemateri Knowledge Sharing & Pembahasan Desain Jembatan, Direktur PUtech Soroti Keselamatan Konstruksi

Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) menjadi tuan rumah kegiatan Knowledge Sharing dan Pembahasan Desain Jembatan TA 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembangunan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Kegiatan yang akan dilaksanakan selama enam hari, 24–29 November 2025, di Aula Gedung Ir. Sutami, Kampus 2 Politeknik Pekerjaan Umum ini dalam rangka evaluasi perencanaan teknis terhadap rencana kegiatan pembangunan/penggantian/duplikasi jembatan, flyover, dan underpass tahun anggaran 2026.

Acara diawali dengan sambutan oleh Kepala BBPJN Jawa Tengah–DIY, Moch. Iqbal Tamher, S.T., M.T., yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas perencanaan dalam mendukung konektivitas nasional. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E, MSCE, Ph.D., IPU, yang mengapresiasi terselenggaranya forum ini sebagai sarana kolaborasi dan penguatan kapasitas teknis bagi para pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Direktur PUtech menegaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan elemen strategis dalam peningkatan kualitas layanan transportasi nasional. “Perencanaan yang matang dan berkelanjutan adalah kunci keberhasilan pembangunan. Kegiatan knowledge sharing ini relevan untuk memperbarui wawasan dan memperkuat kapasitas para perencana,” ujarnya.

Beliau juga berharap forum ini menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalisme dan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur Indonesia.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Direktur Pembangunan Jembatan, Rakhman Taufik, S.T., M.Sc.

Direktur PUtech menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan knowledge sharing ini. Adapun materi yang dibawakan adalah “Peran Perencana dalam Membangun Budaya Keselamatan melalui SMKK.”  Ia mengidentifikasi 12 isu utama yang menghambat pelaksanaan keselamatan konstruksi, antara lain rendahnya budaya K3 dan K2, anggapan bahwa keselamatan adalah beban, regulasi yang sudah tidak sesuai, ego sektoral, hingga belum meratanya layanan dan daya dukung keselamatan konstruksi. “K3 dan K2 bahkan belum masuk dalam kurikulum pendidikan, sementara perguruan tinggi yang menyediakan prodi khusus masih sangat terbatas,” ungkap Direktur PUtech.

“Rancangan Konseptual SMKK harus disusun sejak tahap perencanaan oleh konsultan, yang kemudian menjadi pedoman bagi kontraktor dalam menyusun RKK pada tahap pelaksanaan,” jelasnya. Rancangan konseptual ini sudah harus memuat Work Breakdown Structure (WBS), Work Method Statement (WMS), Risk Breakdown Structure (RBS), hingga Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko (IBPRP). Ia mengakhiri pemaparannya dengan studi kasus penerapan SMKK pada pembangunan Bendungan Jragung Paket V.

Kegiatan ini mengangkat beragam topik penting yang mencakup aspek keselamatan konstruksi, hidrologi dan hidrolika, geoteknik dan pondasi, spesifikasi teknis, desain jembatan berkeselamatan, pengendalian mutu pekerjaan pondasi, hingga perencanaan struktur jembatan.

Kegiatan Knowledge Sharing ini juga turut menghadirkan deretan pakar nasional dari kalangan akademisi dan praktisi perencanaan jembatan, di antaranya Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E, MSCE, Ph.D., IPU; Elis Kurniawati, S.T., MPSDA; Ir. Hikmat Iskandar, M.Sc., Ph.D. ; Ir. Soehartono Irawan; Prof. Ir. Paulus Pramono Rahardjo, MSCE, Ph.D.; Dr. Aksan Kawanda, S.T., M.T.; serta Ir. Arvila Delitriana, M.T.

Dengan rangkaian materi yang komprehensif dan narasumber yang kompeten, kegiatan enam hari ini menjadi forum pembelajaran penting dalam mempersiapkan perencanaan jembatan untuk Tahun Anggaran 2026. Sebagai tuan rumah, PUtech berharap dapat terus berkontribusi untuk mendukung peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur Indonesia.