
















Mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA) angkatan 2023 Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) mengunjungi lokasi pembangunan Bendungan Jragung di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, (11/9/2025). Kunjungan ini diselenggarakan dalam rangka kuliah lapangan mata kuliah Pengawasan Konstruksi semester 5.
Didampingi dosen pengampu mata kuliah Pengawasan Konstruksi, Ir. Iriandi Azwartika, Sp-1, para mahasiswa mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana yang menangani proyek strategis nasional ini. Mereka menyimak pemaparan teknis mengenai metode pengawasan konstruksi yang diterapkan serta melihat langsung progres pembangunan di lapangan.
“Bendungan Jragung saat ini sudah mencapai progres 87,94 persen,” ungkap Heru Mukti Wijaya, S.T., Pelaksana Teknis PPK Bendungan II SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Pemali-Juana.
Bendungan yang dibangun Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU ini memiliki kapasitas tampung 90 juta meter kubik dengan luas genangan 451 hektare. Setelah selesai, bendungan akan melayani irigasi seluas 4.528 hektar di area hilir, menyediakan air baku 1.000 liter per detik untuk Kota Semarang, Kabupaten Grobogan dan Demak, serta mengendalikan banjir di area seluas 3.858 hektare.
“Ke depan, lokasi ini juga berpotensi dikembangkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya 90 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 1,4 MW,” tambah Heru.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman nyata dalam memahami penerapan teori pengawasan konstruksi di proyek. Mereka dapat mengamati secara langsung bagaimana manajemen proyek skala besar dijalankan, mulai dari aspek teknis hingga koordinasi antar pihak terkait.
Kuliah lapangan semacam ini menjadi bagian penting dalam kurikulum TKBA untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja di bidang konstruksi bangunan air.
Sebagai institusi pendidikan vokasi, Politeknik Pekerjaan Umum menerapkan kurikulum dengan komposisi 30% teori dan 70% praktik. Pendekatan ini memastikan lulusan tidak hanya memahami konsep akademis, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang siap diterapkan di lapangan. Kegiatan kuliah lapangan seperti di Bendungan Jragung menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut dalam mencetak tenaga ahli madya yang kompeten di bidang konstruksi.