








Pernahkah kita berhenti sejenak di tengah perjalanan dan menyadari bahwa setiap marka jalan, rambu lalu lintas, hingga lampu merah, sesungguhnya dirancang untuk satu tujuan sederhana: memastikan keselamatan pengguna jalan? Keselamatan jalan kini menjadi isu strategis, tidak sekadar persoalan teknis, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan, kelembagaan, dan kebijakan publik. Terutama bagi pengguna paling rentan—pejalan kaki, pesepeda, dan pengendara sepeda motor—keselamatan menjadi penentu kualitas hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) Semarang menggelar Bedah Buku “Kapita Selekta Keselamatan Jalan di Indonesia” pada Rabu (10/9) di Auditorium Soejono Sosrodarsono, Kampus 2 PUtech, bertepatan dengan HUT ke-50 Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI). Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Politeknik Pekerjaan Umum ini menjadi fokus diskusi para akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam upaya meningkatkan keselamatan jalan yang lebih aman dan berkelanjutan di Indonesia.
Ketua pelaksana acara, Dr. Taufan Madiasworo, S.T., M.T., Dosen Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung PUtech, berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran dan semangat bersama dalam meningkatkan keselamatan jalan serta mendorong implementasi hasil kajian buku sebagai referensi akademik maupun praktis.
Sementara itu, Ketua Umum HPJI, Dr. Ir. Hedy Rahadian, menyoroti pentingnya keterlibatan tiga unsur utama dalam keselamatan jalan: engineering, education, dan enforcement. “Politeknik Pekerjaan Umum sebagai unsur pendidikan hadir dalam diskusi ini, sementara HPJI berperan di bidang engineering. Ke depan, regulasi juga harus dilibatkan secara aktif,” katanya.
Kemudian Direktur PUtech, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E, MSCE, Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., saat membuka acara, menyampaikan bahwa keselamatan jalan masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia.
“Dampak keselamatan jalan luas, tidak hanya pada aspek sosial, tetapi juga pembangunan infrastruktur dan kualitas hidup masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan kesadaran bersama, kolaborasi antar pihak, dan landasan ilmu pengetahuan yang kuat untuk merumuskan kebijakan serta praktik terbaik di lapangan,” ujarnya.
Direktur PUtech menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam acara bedah buku dan seminar seperti ini sebagai bagian dari skema pembelajaran yang menggabungkan 30% teori dan 70% praktik. Ia menjelaskan, “Dari 30% teori tersebut, 10% merupakan teori murni, sementara 20% lainnya diperoleh melalui agenda seperti bedah buku ini, agar kalian dapat belajar langsung dari para praktisi dan best practice.” Ia pun mendorong mahasiswa untuk tidak hanya hadir, tetapi juga aktif berkontribusi dalam diskusi.
“Tidak ada di tempat lain yang dapat menghadirkan praktisi sesering kita”, pungkasnya.
Buku “Kapita Selekta Keselamatan Jalan di Indonesia,” yang diterbitkan oleh Penerbit Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech), ditulis oleh Dr. Ir. Alfa Adib Ash-Shiddiqi, salah satu ahli di Ditjen Bina Marga Kementerian PU, bersama Amadea Elfandari, Konsultan Keselamatan Jalan. Buku ini menyajikan informasi penting berdasarkan pengalaman praktis dan kajian regulasi terkait keselamatan jalan di Indonesia, khususnya bagaimana infrastruktur, regulasi, dan perilaku manusia memengaruhi keselamatan pengguna jalan.
Berbeda dengan buku akademik konvensional, buku ini menawarkan pendekatan aplikatif yang dapat langsung digunakan sebagai referensi praktis. “Buku ini disusun untuk merangkum berbagai pengetahuan, pemikiran, serta pengalaman kami selaku penulis dalam bidang keselamatan jalan,” tutur Dr. Alfa Adib dalam pemaparannya.
Dengan 13 bab, buku membahas tema seperti Road Safety Manual PIARC, penanganan lokasi rawan kecelakaan, audit keselamatan jalan, serta perlindungan bagi pejalan kaki, pesepeda, dan penyandang disabilitas. Penulis juga tengah menyiapkan jilid kedua yang akan lebih menyoroti aspek kebijakan dan teknologi terbaru dalam keselamatan jalan, melengkapi upaya peningkatan keselamatan yang berkelanjutan di Indonesia.
Sesi Penanggap Hadirkan Beragam Perspektif
Sesi penanggap yang dipandu oleh moderator yakni Penata Kelola Jalan & Jembatan Ahli Madya, Agung Sutarjo, S.T., M.T., menghadirkan berbagai praktisi dan akademisi yang memberikan apresiasi atas buku “Kapita Selekta Keselamatan Jalan di Indonesia.”
Natalia Tanan (HPJI DPD DKI Jakarta) menyoroti kekuatan buku ini dalam membahas safe system approach, identifikasi blackspot, audit keselamatan, dan keselamatan proyek konstruksi dengan bahasa yang mudah dipahami serta potensi sebagai buku ajar perguruan tinggi.
Ir. Tri Tjahjono (HPJI DPD DKI Jakarta) menambahkan bahwa buku ini memudahkan pemahaman upaya menciptakan sistem keselamatan jalan dan regulasi terkini, serta mengajak pembaca memberi masukan konstruktif untuk jilid kedua. Andyka Kusuma (Persatuan Insinyur Indonesia BK Teknik Sipil) mengapresiasi buku ini sebagai referensi penting bagi mahasiswa dalam belajar geometrik jalan, dengan harapan jilid selanjutnya menambah pengalaman praktis di lapangan.
Suwondo (FPPTI Jawa Tengah) menekankan konsistensi akademis dan nilai aplikatif buku sebagai pedoman teknis bagi praktisi dan pembuat kebijakan, serta memberi masukan terkait penyusunan buku dan motivasi kepada penulis.
Yonathan Elia Munthe (PT Jasa Marga JMTM) menilai buku ini sangat komprehensif dan bermanfaat bagi industri, khususnya dalam konteks jalan tol akan lebih menyeluruh dengan tambahan rambu dan marka yang mengacu pada peraturan Menteri Perhubungan.
Acara ditutup oleh perwakilan Kepala BPSDM PU, Drs. Rudy Ridwan Effendi, yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi PUtech dengan HPJI sebagai kontribusi dalam mencerdaskan bangsa dan membangun peradaban yang aman dan berkelanjutan
“Mari jadikan momentum ini sebagai bagian dari kontribusi kita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun peradaban yang lebih aman, serta berkelanjutan,” tutupnya.